BERNAS. ID- Belakangan ini beberapa produsen otomotif berlomba-lomba mengembangkan fitur kemudi otomatis alias mobil autopilot. Inovasi tersebut dilakukan untuk memanjakan konsumen setia mereka. Sistem teknologi terbaru tersebut sudah mulai banyak digunakan oleh berbagai produsen mobil termasuk merek mobil yang masuk di Indonesia, Tesla Inc.
Ya, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu sudah mengembangkan mobil dengan mode autopilot sejak beberapa tahun lalu. Dikutip dari Autoevolution, fitur autopilot keluaran Tesla ini dinamainya sebaga Full-Self Driving atau FSD.
Adapun dalam pengembangannya, FSD dimulai dari masuk ke tahap beta, sehingga harus terus diuji coba dan diperbaharui lagi hingga bisa stabil dan dipasarkan. Tesla pertama kali menyematkan fitur autopilot versi beta pada mobil listrik Model 3. Kini yang terbaru, fitur Autopilot Tesla telah diperbaharui dan semakin canggih hasil kerjanya.
Baca juga: Spesifikasi Lengkap Tesla Type Y Beserta Harganya
Dengan menambah kualitas kenyamanan, keamanan serta teknologi baru, para pengemudi sudah bisa merasakan bagaimana canggihnya mobil listrik produksinya. Sebenarnya bagaimana sih sistem kerja dan manfaat di balik fitur autopilot ini? Berikut ulasan Bernas. id untuk Anda.
Daftar Isi :
- Manfaat Autopilot
- Teknologi Autopilot Tesla
- Prinsip Kerja Tesla Autopilot
- Cara Mengaktifkan Fitur Autopilot Tesla
Manfaat Autopilot
Salah satu teknologi yang dibuat untuk memudahkan pengemudi yakni sistem teknologi kemudi otomatis autopilot atau juga disebut dengan autonomous. Dengan fitur tersebut, para penunggang mobil tidak perlu repot lagi untuk menyetir lagi.
Anda cukup mengaktifkan fitur ini, maka kendaraan Anda otomatis akan berjalan sesuai arah komputerisasi. Namun, penggunaan teknologi yang memudahkan ini juga harus dilakukan dengan penuh pertimbangan yang juga memperhatikan keamanan dan keselamatan mengemudi.
Baca juga: Review Mobil Listrik Tesla S yang Jadi Primadona Soal Kecepatannya
Teknologi Autopilot Tesla

Di awal peluncurannya, Tesla kerap sekali tampil dengan fitur autopilot melalui pelbagai unggahan video dengan kecanggihannya di beberapa platform media sosial. Meski demikian, fakta di lapangan membuktikan jika mobil-mobil tersebut masih semi autopilot. Itu artinya, para pengemudi tetap harus mengawasi dan mengontrol mobilnya agar tidak mengalami masalah yang tidak diinginkan.
Meski terlihat futuristik, namun sistem autopilot milik Tesla ini dianggap masih belum sepenuhnya aman. Salah satunya dari Partners for Automated Vehicle Education (PAVE) yang mengatakan bahwa sistem FSD tetap membutuhkan pengendara manusia dan bukan serta merta otomatis kemudian pengemudi meninggalkan dan mengontrolnya jarak jauh.
Hal ini pernah dilakukan dalam pengujian pertamanya pada Tesla Model 3, fitur FSD membuat kekacauan di jalanan San Francisco Lombard Street. Hal tersebut lantaran fitur tersebut belum mampu menghadapi belokan sempit dan jalanan yang curam.
Dalam pengetesan tersebut juga hampir mencelakai pengendara lain. Pengemudi berniat untuk menggunakan mode belok kiri. Namun, sistem mobil Tesla tersebut tiba-tiba saja ‘ eror’ dan hampir menabrak Ford yang terparkir di tepi jalan.
Baca juga: Intip Spesifikasi Lengkap Tesla Roadster Terbaru yang Rilis 2023
Prinsip Kerja Tesla Autopilot

Baru baru ini Tesla telah memperbarui fitur autopilot produksinya. Dikutip dari laman www.caranddriver.com, Tesla tidak lagi memakai sistem forward facing radar untuk mendukung kinerja Autopilot. Untuk penggantinya, Tesla Autopilot kini telah mengandalkan sistem Tesla Vision yang menggunakan sistem kamera dan Neural Net Processing atau Neural Network.
Neural Network tersebut ditunjang jaringan per unit kamera, kemudian hal tersebut dianalisis sebagai gambar mentah lalu diproses untuk kebutuhan segmentasi semantic, deteksi objek hingga estimasi kedalaman monocular.
Jaringan bird eye view Tesla mengambil video dari semua kamera yang telah dipasangkan untuk menampilkan tata letak jalan, infrastruktur statis, dan objek 3D langsung dalam tampilan top down. Nah itulah dasar sistem autopilot mobil Tesla terbaru kenapa bisa mendeteksi objek dan membawa secara lebih canggih dengan otomatis.
Bos Tesla, Elon Musk mengklaim telah mempelajari skenario paling rumit dan beragam. Sumbernya adalah pengulangan yang mereka temukan dari sejuta armada secara realtime.
Tercatat, ada sebanyak 48 jaringan saraf autopilot yang memerlukan waktu latihan GPU selama 70.000 jam. Oleh karena itu, pengenalan tersebut dirangkum dalam 1.000 tensor atau prediksi yang berbeda pada setiap langkah dan waktu yang telah ditentukan.
Nah sistem kerja jaringan saraf tersebut juga telah ditunjang oleh algoritma otonomi. Pengembangan algoritma itulah yang menjadi inti pergerakan mobil dan membuat representasi dunia dengan ketepatan dan perencanaan lintasan di ruang itu.
Baca juga: Mau Tahu Spesifikasi Tesla Cybertruck? Inilah Harga dan Kelebihannya
Cara Mengaktifkan Fitur Autopilot Tesla

Mengaktifkan autopilot yang perlu Anda perhatikan adalah pada jenis Tesla yang sudah menggunakan mode ini. Khusus untuk Model S dan Model X ini hampir mirip, Anda bisa menggerakkan cruise control dengan menariknya ke bawah satu kali. Sementara pada Model 3 dan Model Y, untuk pengaktifan fitur ini cukup dengan menarik ke bawah satu kali pada batang pemilihan gigi.
Adapun untuk mengaktifkan Autosteer atau swakemudi otomatis, seret batang yang tercantum di atas dua kali. Hal ini guna membantu Anda melihat kapan kemudi otomatis tersedia, ikon roda kemudi berwarna abu-abu muncul di sebelah speedometer.
Simbol tersebut berubah menjadi biru saat kemudi otomatis diaktifkan dengan menarik selektor gigi atau tuas cruise control. Di lain sisi banyak fungsi autopilot yang lebih maju harus diaktifkan terlebih dahulu di menu pengaturan sebelum diaktifkan dengan dua tarikan kaki. Seperti, navigasi autopilot dinyalakan dengan masuk ke Controls > Autopilot > Auto Orientation.
Untuk sistem kamera kemudi, perlu dikalibrasi dan versi terbaru dari Peta navigasi Wifi juga sama, harus didownload. Setelah Anda selesai melakukan hal tersebut, akan muncul opsi navigasi menggunakan autopilot. Nah baru berikutnya Anda tinggal memasukkan tujuan dalam sistem navigasi.
Baca juga: Daftar Mobil Listrik dari Harga Paling Murah sampai yang Mahal
