Bernas.id – Istilah akuntansi biaya tidak kalah menarik dengan jenis-jenis akuntansi lainnya untuk dipelajari. Akuntansi jenis ini juga sudah tidak asing lagi bagi pelaku usaha bisnis ataupun profesional keuangan yang sudah berkecimpung di dalamnya.
Sementara itu, bagi masyarakat awam yang belum mengenal istilah akuntansi biaya, tentu hal tersebut menjadi suatu hal yang asing dan cukup berisiko jika belum mengetahuinya dengan jelas.
Lalu, apakah akuntansi biaya itu? Berikut akan dibahas mengenai akuntansi ini yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam pencatatan dan pelaporannya.
Baca juga: 11 Jenis Profesi Akuntan di Indonesia dan Standar Kompetensinya
Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya mencakup pencatatan dan pelaporan biaya yang ada di perusahaan. Biaya di sini bisa berupa biaya pengeluaran perusahaan selama kegiatan operasionalnya yang dimana biaya itu digunakan untuk mencapai target usaha yang dijalankan.
Dengan begitu, pengertian dari akuntansi biaya itu sendiri yaitu segala kegiatan yang berkaitan dengan pencatatan, klasifikasi, dan pembuatan ikhtisar serta penyajian laporan keuangan tentang biaya dan transaksi pembiayaan yang digunakan selama proses produksi dan distribusi produk suatu perusahaan.
Baca juga: Inilah 10 Jenis Ilmu Akuntansi yang Ada di Perusahaan
Fungsi Akuntansi Biaya

Keberadaan akuntansi biaya begitu penting di dalam perusahaan. Beberapa fungsinya bagi perusahaan yaitu:
1. Menghitung Biaya Pokok Produk
Fungsi ini memiliki tujuan untuk mengetahui biaya yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. Dengan begitu perusahaan dapat menentukan harga pokok penjualan produk dengan mudah dan tepat.
2. Merincikan Harga Pokok Produk
Akuntansi biaya juga merincikan secara detail terkait harga pokok produk di perusahaan. Dalam hal ini tidak hanya harga produk secara umum saja, akan tetapi juga ditetapkan harga produk yang sesuai dengan harga di setiap unsur produksi.
Baca juga: Dasar- dasar Akuntansi dan Pentingnya Akuntansi dalam Perusahaan
3. Akuntansi Biaya Sebagai Informasi Dasar untuk Perencanan Biaya dan Beban
Segala hal terkait biaya produki dan distribusi dalam perusahaan harus sudah direncanakan sebelumnya. Perencanaan ini tentunya sangat membutuhkan data tertulis yang valid agar pelaksanaannya nanti dapat terealisasikan dengan baik. Maka dari itu, data dari laporan keuangan perusahaan harus valid dan benar.
4. Akuntansi Biaya Sebagai Data untuk Proses Penyusunan Anggaran
Data dalam akuntansi biaya harus dirincikan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk menyusun suatu anggaran yang ada di perusahaan terkait apa yang harus disediakan dan total biaya yang diperlukan. Tanpa adanya catatan biaya yang benar dan rinci, maka anggaran perusahaan juga tidak dapat dibuat.
5. Akuntansi Biaya Sebagai Informasi Biaya Pengendalian
Fungsi selanjutnya terkait akuntansi jenis ini yaitu sebagai informasi kepada pihak manajemen atau atasan di perusahaan terkait pembiayaan. Dengan begitu, pihak stakeholder nantinya dapat melakukan semacam pengendalian di perusahaan. Pencatatan biaya terkait produksi dan distribusi sebaiknya juga dilakukan agar mempermudah pengendalian dalam perusahaan.
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik di Indonesia
Jenis-Jenis Akuntansi Biaya

Akuntansi jenis ini terdiri atas beberapa jenis. Di antara jenis-jenis akutansi biaya adalah sebagai berikut:
1. Standard Cost Accounting
Jenis akuntansi ini berfokus pada pengukuran efisiensi sumber daya manusia, alat produksi, serta bahan baku produk yang akan digunakan. Selain itu, standard cost accounting ini juga mencatat segala kebutuhan biaya yang terkait dengan seluruh biaya kebutuhan dalam proses pembuatan produk perusahaan.
2. Activity Based Accounting
Jenis akuntansi yang satu ini memiliki fungsi untuk mengukur biaya produksi beserta hasil dari produksinya. Selain itu, jenis akuntansi ini juga mengarah pada pencatatan biaya terkait tenaga kerja, desain produk, dan juga mesin operasional yang digunakan selama pelaksanaan produksi.
Baca juga: Apa Itu Akuntansi Keuangan? Inilah Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Standarisasinya
3. Cost Volume Profit
Jenis cost volume profit ini adalah salah satu jenis akutansi biaya yang berfungsi untuk menentukan besarnya biaya jika disinkronkan dengan jumlah produk yang akan dibuat.
Hal ini dapat diasumsikan bahwa biaya pokok produk tidak berubah sejak awal dan jumlah produk yang dihasilkan akan berubah. Hal ini tentu sangat memungkinkan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih.
4. Contribution Margin
Jenis akuntansi ini memiliki fungsi untuk menganalisis breakeven point yang di mana pihak perusahaan dapat menganalisis di poin manakah pihak perusahaan sendiri akan memperoleh keuntungan dari produk yang sudah dihasilkan.
Pencatatan akuntansi biaya dengan menggunakan contribution margin ini akan mampu melihat keuntungan yang didapatkan dari produk perusahaan secara lebih jelas. Pihak perusahaan sendiri dapat melakukan evaluasi terkait kinerja dan peningkatan produksi ataupun sebaliknya dengan pencatatan keuangan yang ada.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Akuntansi Perbankan Konvensional dan Syariah
Penerapan Akuntansi Bisnis Pada Bidang yang Berbeda

Penerapan dari akuntansi biaya dalam bisnis harus disesuaikan dengan jenis perusahaan. Berdasarkan jenis perusahaan, akutansi ini dapat diterapkan pada perusahaan berikut ini :
1. Perusahaan Dagang
Penerapan akuntansi ini dalam perusahaan dagang ini hanya sebatas untuk melakukan pencatatan terkait keluar masuknya produk dan menganalisisnya. Hal ini dikarenakan perusahaan ini tidak memproduksi produknya sendiri serta hanya melakukan perdagangan produk. Terkait akun promosi, potongan pembelian, persediaan, beban pemasaran, dan hal-hal yang berkaitan ini perlu dilakukannya pencatatan dan analisa dengan baik.
Baca juga: Beasiswa Calon Pengusaha di Universitas Mahakarya Asia Terbaru
2. Perusahaan Manufaktur
Berbeda dengan perusahaan dagang, perusahaan manufaktur sendiri dalam penerapan akuntansi biayanya terlihat lebih kompleks dan lengkap. Hal ini dikarenakan perusahaan manufaktur tidak hanya menyalurkan dan memperdagangkan produk saja, akan tetapi juga memproduksi produknya sendiri.
Maka dari itu, akun yang perlu dimasukkan dalam pencatatan berupa biaya tenaga kerja, overhead produksi, harga bahan baku pokok, dan hal-hal yang berkaitan. Sehingga nantinya pencatatan keuangan terkait pemasukan dan pengeluarannya harus lebih teliti dan cermat.
Baca juga: Kampus Pengusaha UNMAHA, Lulusannya Jadi Pengusaha Sukses. Ini Keunggulannya!
Kesimpulan
Akuntansi biaya memiliki fungsi tersendiri dari jenis-jenis lainnya. Selain itu, terdapat pula jenis akuntansi ini yang dapat diterapkan oleh perusahaan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Sementara itu, penerapan akuntansi biaya pada perusahaan dagang dan manufaktur itu sedikit memiliki perbedaan dalam hal memproduksi barang. Oleh karena itu, penerapannya ini dapat disesuaikan dengan profil dan kebutuhan masing-masing perusahaan ketika menjalankan usahanya.
Baca juga: Begini Alasan Peluang Kerja Tinggi Lulusan Akuntansi di Universitas Mahakarya Asia
