SLEMAN, BERNAS.ID – Polres Sleman membongkar sindikat narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional asal China yang masuk ke Yogyakarta. Petugas mengamankan sabu-sabu seberat 4 kilogram dari tangan para pelaku.
Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto mengungkapkan tindak pidana penyalahgunaan narkoba pada hari Minggu 16 Mei 2021. “Penangkapan para pelaku berdasarkan hasil pemetaan Resnarkoba Polres Sleman terkait para pelaku dan pengguna narkoba yang ditangkap sebelumnya,” jelasnya saat jumpa pers di Polres Sleman, Kamis (3/6/2021).
“Anggota menemukan suatu alur (narkoba jenis sabu-red) di DIY yang dikirim dari wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.
Anton mengatakan mulanya petugas menangkap 3 pelaku sebagai kurir sebanyak 4 kilogram. “Diawali dengan penangkapan 3 kurir pada tanggal 16 Mei berinisial MA (32), RYA (28), WDP (26) di wilayah Sragen. Dari penangkapan itu disita 4 kilogram lebih sabu-sabu,” terangnya.
Dari pengembangan ketiga pelaku MA, MYA, dan WDP, lanjut Anton, petugas menangkap 1 orang pelaku berinisial FH (42) di Malang pada hari Selasa 18 Mei 2021. “Saat penggeledahan FH ditemukan airgun, bong, dan senjata rakitan,” katanya.
Dari hasil interogasi, Anton menyampaikan para pelaku ini diberikan uang sebanyak 25 juta rupiah untuk pengiriman awal dan bila sudah diedarkan akan diberikan lagi. “Para pelaku akan dijerat dengan pasal 114, pasal 132, pasal 112, dan pasal 127 terkait narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan maksimal 20 tahun. Total nilai rupiah barang bukti sabu-sabu seberat 4 kilogram sebesar Rp 4,8 miliar. Saat ini, 1 gram sabu Rp 1,2 juta,” jelasnya.
Anton menyebut para pelaku ini tidak hanya mengirimkan ke Yogyakarta, melainkan ke Jakarta dan Jawa Tengah. “Terkait adanya informasi pelaku inisial FH yang diduga anggota Polri, masih kita gali dan kembangkan. Itu kewenangan Propam,” ucapnya.
Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga Ini Pilih Jadi Kurir Sabu
Kasat Resnarkoba Polres Sleman, AKP Rony Prasadana mengatakan, pengiriman sabu-sabu ke Yogyakarta berdasarkan permintaan bandar di DIY dan Jawa Tengah. Ia menyebut pengungkapan sabu-sabu seberat 4 kilogram terbesar dalam sejarah narkotika di Yogyakarta. “Kalau ini jaringan dari China, turun ke Malaysia, lalu ke Jawa. Jaringan Internasional, barangnya dari China. Posisi mau dibawa ke Yogyakarta dengan mobil rental,” tuturnya. (jat)
