Yogyakarta, HarianBernas.com- Hasil Survei Kualitas Air Tahun 2015 (SKA 2015) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sebanyak 89 persen sumber air di Yogyakarta (DIY) terkontaminasi bakteri Ecoli dan sejumlah bahan kimia lain, Selasa (18/10).
“Hasil survei kualitas air tahun 2015 menunjukkan fakta, kondisi air minum di DIY cukup memprihatinkan,” jelas Gantjang Amanullah, Direktur Statistik Kesra Badan Pusat Statistik (BPS) di Sosialisasi Hasil Survei Kualitas Air Tahun 2015 (SKA 2015) di Yogyakarta.
Hasil survei kualitas air menunjukkan mayoritas sumber air di Yogyakarta terpapar bakteri Ecoli. Rinciannya, (1) 89 persen sumber air tercemar bakteri Ecoli, (2) Sumber air layak minum sebanyak 87,8 persen, dan (3) Sumber air tidak layak tercemar bakteri Ecoli sebesar 95,5 persen.
Fakta lainnya, air siap minum pun juga tercemar bakteri Ecoli. Rinciannya, (1) Air siap minum sebesar 71,3 persen, (2) Air siap minum dari sumber air layak 69,8 persen, dan (3) Air siap minum dari sumber air tidak layak 78,1 persen.
Gantjang menyebut kontaminasi lainnya, yaitu berupa nitrat dan khlorida, tapi masih berada di zona aman. “Hasil SKA 2015 menunjukkan bahwa hanya 6,3 persen dari sampel air minum rumah tangga mengandung 50 mg/L nitrat atau melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Permenkes.
Bahkan hasil uji kandungan khlorida menunjukkan tidak ada sampel air minum rumah tangga yang memiliki kandungan khlorida di bawah 250 mg/L sebagai batas toleransi yang ditetapkan Permenkes No. 492 Tahun 2010,” ungkap Gantjang.
