SLEMAN, BERNAS.ID – Puluhan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman melakukan donor darah sebagai aksi kepedulian di masa Pandemi Covid-19. Darah yang terkumpul akan didistribusikan PMI Sleman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Yogyakarta.
Sugiharto, Ketua Ranting NU Sinduharjo mengatakan, kegiatan donor darah sebagai aksi kepedulian dari warga NU Ngaglik atas kondisi kebutuhan darah di DIY yang sangat berkurang. “Nantinya seluruh ranting akan melaksanaan donor darah secara bergilir per ranting di Sleman,” jelasnya, Minggu (20/6/2021).
“Dari catatan sementara ada 40 warga NU Sinduharjo yang mendaftar. Nanti kalau ada yang datang lagi, kami akan tetap layani,” imbuhnya.
Selain sebagai aksi kepedulian, Sugiharto mengatakan aksi donor darah ini juga sebagai Peringatan Hari Lahir Pancasila. “Aksi donor darah di Sinduharjo ini menjadi yang ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Sukoharjo dan Sardonoharjo,” ucapnya.
Untuk usia warga yang diijinkan mendonorkan darahnya, Sugiharto menyebut dibatasi 50 tahun. Ia pun memastikan pelaksanaan donor darah dengan protokol kesehatan karena dilaksanakan di Aula Kelurahan yang luas dan dicek suhu sebelum masuk.
Baca Juga : Di Masa Pandemi, Petugas PMI Sleman Donorkan Darahnya untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti mengatakan, aksi kegiatan donor darah menjadi kesempatan yang baik untuk membantu orang lain di masa pandemi. “Kesempatan seperti ini menjadi kesempatan yang baik untuk bermanfaat dengan orang lain karena pandemi membatasi kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini tidak hanya Covid-19 saja yang menjadi fokus penanganan kesehatan, tapi banyak juga masyarakat yang membutuhkan darah untuk proses penyembuhan lainnya dan menyelamatkan orang lain.
“NU memiliki massa yang besar apabila setiap kelurahan mengadakan donor darah maka kebutuhan stok darah di rumah sakit dan PMI akan tersedia,” imbuhnya.
Di masa sekarang ini, Ani menyebut banyak orang takut melakukan aksi donor darah karena takut imunnya berkurang dan tidak semua masyarakat bisa melakukan donor darah. “Di Sleman, stok darah tidak kurang, tapi kecukupan atau pas sehingga ketika proses donor darah terhenti akan kekurangan,” tuturnya. (jat)
