Yogyakarta, HarianBernas.com– Pemerintah Belanda membuka beasiswa StuNed untuk mahasiswa dan profesional muda guna meneruskan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di negaranya, Rabu (3/11).
“Beasiswa StuNed merupakan beasiswa penuh dari Pemerintah Belanda untuk program master, 'short course', dan 'tailor made training' untuk warga negara Indonesia,” terang Direktur Netherlands Education Support Office (Nuffic Neso) Indonesia Mervin Bakker di Yogyakarta.
Direktur Nuffic Neso ini menyebut kriteria seleksi StuNed berfokus pada faktor keunggulan dan keterkaitan dengan area prioritas kerjasama Indonesia-Belanda.
Bidang area prioritas kerjasama bilateral antara Belanda dan Indonesia, yaitu (1) perdagangan internasional, (2) keuangan dan ekonomi, (3) transportasi, (4) agrologistik dan infrastruktur, (5) keamanan dan penegakan hukum, (6) agropangan, dan (7) hortikultura.
Menurut Mervin Bakker, universitas di Belanda tak hanya membuka kesempatan untuk kualitas pendidikan standar internasional, tetapi juga menawarkan lingkungan belajar internasional dan peluang kerja menarik bagi lulusan internasional.
Indi Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Nefo Indonesia menyebut untuk pendaftaran beasiswa StuNed untuk program master, dimulai pada Januari 2017 dan akan ditutup pada 1 April 2017. Untuk program “short course”, dibuka pada 1 Oktober 2017.
Ketentuan dan menjadi syarat utama pendaftaran StuNed, yaitu pelamar wajib memiliki 'Unconditional Letter of Acceptance' (LoA/surat pernyataan penerimaan) dari Universitas Belanda.
Menurut Indi Hardono, program beasiswa ke Belanda tak hanya diperoleh melalui beasiswa dari Pemerintah Belanda, tetapi Pemerintah Indonesia juga memfasilitasi pelajar Indonesia dengan berbagai program beasiswanya.
