Yogyakarta, HarianBernas.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut ancaman potensi puting beliung dan angin kencang dapat terjadi lagi di kawasan yang dulu pernah dilanda puting beliung, Senin (11/10).
“Umumnya kawasan yang pernah terjadi puting beliung, berpotensi akan terjadi lagi,” jelas Tony Agus Wijaya, Kepala BMKG Yogyakarta.
Awan CB yang gelap hitam pekat menjadi pemicu munculnya angin kencang dan puting beliung. Tandanya, biasanya pagi hari, cuaca cerah, tapi lama-kelamaan berubah hitam pekat. Jika cuaca tampak seperti itu, terdapat potensi munculnya puting beliung.
Puting beliung bisa muncul secara sporadis di mana saja, khususnya di kawasan yang menjadi ladang panas. Kalau ada perbedaan suhu permukaan, angin akan terkumpul di kawasan yang panas, lalu meenyebabkan pertumbuhan angin.
Selama awal musim hujan, potensi cuaca ekstrem terus naik, misal hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 50 mm/hari, petir dan angin kencang dengan kecepatan lebih 45 kilometer per jam, dan suhu maksimum 34 derajat celcius saat siang hari.
