Yogyakarta, HarianBernas.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai memikirkan mendorong pembangunan transportasi massal non-jalan raya atau “mass rapid transit”, Senin (10/10).
“Sudah waktunya memikirkan moda transportasi massal non-jalan raya untuk antisipasi kepadatan lalu lintas. Bisa 'mass rapid transit' (MRT) atau 'light rail transit' (LRT),” jelas Wirawan Hario Yudho, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta di Yogyakarta.
Pemkot Yogyakarta berharap ada kajian bersama lintas pemerintah daerah dan DIY untuk pembangunan moda transportasi massal karena wilayah administratif Kota Yogyakarta yang terbatas dan tingginya tingkat aglomerasi perkotaan di wilayah DIY.
Wirawan menyebut jika transportasi massal berbasis non jalan tidak segera dibangun maka dalam jangka waktu lima tahun mendatang, kendaraan di jalan lalu lintas di Kota Yogyakarta tak bisa bergerak.
Kepadatan lalu lintas di Kota Yogyakarta akan sangat terasa di akhir pekan atau Jumat malam apalagi saat hujan. Ruas-ruas jalan yang padat di antaranya Jalan Solo, dan Jalan Terban. Untuk saat ini, layanan angkutan massal di Kota Yogyakarta dan sebagian wilayah DIY dilayani angkutan umum berbasis jalan raya, yaitu Transjogja dan armada lainnya.
Sementara itu, Ardi Prasetya, Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta menyebut untuk MRT atau LRT perlu kajian lengkap dan dilakukan Kota Yogyarkata dan DIY karena butuh investasi besar.
