Yogyakarta, HarianBernas.com – Sebanyak 35 kelompok dari 31 pasar tradisional di Kota Yogyakarta melakukan kirab untuk mempromosikan keunikan dan keunggulan pasar tradisional untuk menarik masyarakat, Kamis (14.10).
“Masing-masing kelompok pedagang membawa gunungan berisi barang-barang dagangan di tiap pasar. Masyarakat akan mengetahui komoditas unik yang dijual di tiap pasar tradisional,” jelas Rudy Fridaus, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta.
Sekitar 1.800 pedagang meramaikan penyelenggaraan kirab tahun lalu dengan berjalan kaki. Untuk gunungan yang besar, bisa dibawa menggunakan kendaraan. Setiap kelompok pedagang berusaha tampil semenarik mungkin dengan kostum pakaian tradisional.
Tujuan dari kirab ini, eksistensi pasar tradisional di tengah masyarakat Kota Yogyakarta tetap terjaga tidak akan kalah dengan pasar modern. Selain itu, masyarakat banyak yang tertarik untuk berbelanja di pasar tradisional.
Kirab berawal dari Pasar Beringharjo menuju Titik Nol Kilometer melalui Jalan KH Ahmad Dahlan dan berakhir di Pasar Ngasem. Kirab pedagang ini masuk dalam agenda wisata Kota Yogyakarta.
“Kami juga memilih kelompok yang memiliki penampilan terfavorit untuk memperoleh hadiah,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebut pasar tradisional memiliki keunikan sendiri, salah satunya budaya tawar menawar harga. Pasar tradisional perlu berbenah dan ditata lagi dengan modern agar konsumen nyaman saat berbelanja.
