BANTUL, HarianBernas.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sosialisasi inovasi budi daya lele dengan buis beton sebagai media kolam ikan tersebut, Jumat (17/9/16).
“Inovasi budi daya lele di buis beton ini sesuai habitat lele yang suka kondisi gelap dengan suhu stabil,” jelas Yus Warseno, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul.
Budi daya ilan lele dengan buis beton ini dirancang dengan memperhatikan teknis budi daya ikan meski memakai lahan yang sempit. Inovasi teknologi budidaya lele super intensif di lahan sempit dilakukan di buis beton dengan ukuran diameter 60 centimeter dan tinggi 80 cm. Dasarnya berbentuk lingkaran.
“Habitat lele di alam suka berkumpul dalam lubang. Dengan buis beton itu akan membuat lele serasa dalam lubang yang dalam dengan suhu hangat,” terangnya.
Dengan kondisi di buis beton, lele akan banyak makan dan cepat besar. Dengan bentuk lingkaran, lele akan merasakan ruangan yang cukup luas karena jika tidak akan pernah menemukan ujungnya.
“Dengan pergerakan terbatas, nutrisi makanan akan membentuk daging, bukan untuk energi gerak sehingga lele cepat besar,” imbuhnya.
Dengan pengkondisian sistem pembuangan yang baik, pergantian air menjadi sempurna sehingga tidak ada kesempatan penyakit seperti bakteri, jamur untuk berkembang sehingga kolam lele tidak berbau. Limbah lele berfungsi sebagai pupuk organik untuk sayuran.
?Bahkan limbah air buangan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair tanaman,” katanya.
