Yogyakarta, HarianBernas.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Yogyakarta segera merevitalisasi “wajah” Ketandan untuk perkuat nuansa pecinan di Yogyakarta agar seperti masa lalu, Jumat (23/9).
“Kami akan lakukan perbaikan di tiga titik agar bangunan menampilkan arsitektur khas Ketandan masa lampau, yaitu gabungan arsitektur Tionghoa, Portugis, Belanda, dan Jawa,” jelas Eko Suryo Maharso, Kepala Diparbud Kota Yogyakarta.
Kawasan Ketandan adalah kawasan pecinan di kawasan Malioboro, pusat kota Yogyakarta. Bangunan yang dipilih untuk direvitalisasi adalah bangunan di dekat simpang jalan karena lebih mudah terlihat dan bisa difungsikan sebagai penanda Ketandan. Dana revitalisasi wajah Ketandan tahap pertama senilai Rp170 juta dari Dana Keistimewaan. Revitalisasi akan memperbaiki dinding bangunan sisi luar saja.
Pekerjaan fisik revitalisasi bangunan di Ketandan dimulai awal Oktober 2017 dan akhir tahun 2017, sudah selesai. “Kami akan mengawali dengan proses sosialisasi pada akhir bulan ini,”jelasnya.
Selain untuk revitalisasi Kawasan Ketandan, Dana Keistimewaan Kota Jogja tahun 2016 juga akan dipakai untuk sejumlah kegiatan, misal Festival Kesenian Yogyakarta senilai Rp800 juta dan Gelar Talenta untuk peringatan HUT Kota Yogyakarta sebesar Rp800 juta.
Total Dana Keistimewaan yang diterima Kota Jogja pada tahun 2016 sebesar Rp5,17 miliar. Rinciannya, Rp4 miliar untuk urusan kebudayaan dan sisanya Rp800 juta untuk urusan pertanahan dan Rp370 juta untuk urusan tata ruang.
Sejumlah kegiatan di bidang kebudayaan dengan menggunakan Dana Keistimewaan, misalnya (1) Pelestarian warisan budaya dan cagar budaya sebesar Rp1,7 miliar, (2) Aktualisasi kesenian tradisional dan budaya kontemporer Rp1,04 miliar, dan (3) Kegiatan promosi dan publikasi seni budaya Rp1,17 miliar. Kegiatan kebudayaan dimulai di triwulan kedua dan ketiga.
