Kulon Progo, HarianBernas.com — Kelompok Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta merilis 700 ekor tukik dari tujuh sarang penyu sebelumnya ditemukan warga di kawasan itu, Minggu (18/9).
Joko Samudro, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik di Kulon Progo, menyebut ada sekitar sembilan sarang dengan jumlah telur 850 butir, tapi yang baru menetas 700-an butir. Untuk pelepasan tukik, pihaknya bekerja sama dengan mahasiswa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Dari 700-an ekor tukik, ada sekitar100 ekor tukik mati karena penyakit jamur. Penyakit jamur, setiap tahun menjadi kendala dari konservasi penyu di Trisik. Namun, jumlah penyu yang mendarat di kawasan Pantai Trisik cukup banyak berdasarkan jumlah sarang telur penyu yang ditemukan.
“Penyakit ini belum ditemukan obatnya. Meski sudah bekerja sama dengan UGM, penyakit jamur tetap menyerang pembesaran tukik,”imbuh Dwi.
Selain itu, kendala utama konservasi penyu, yakni tingginya biaya yang dikeluarkan apalagi bantuan dari pemerintah kabupaten dihentikan sejak beberapa tahun lalu sehingga anggota kelompok iuran membeli telur penyu.
“Anggarannya cukup banyak. Untuk sembilan sarang telur penyu yang kami beli dari masyarakat, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp1,5 juta. Biaya ini belum ditambah dengan biaya pembesaran dari menetas hingga dilepas liarkan ke laut,”paparnya.
