YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas baru di kawasan Jalan Kemasan Kotagede sepanjang bulan Ramadan. Jalan itu biasanya sering padat karena banyaknya pedagang takjil dan pasar Ramadan dadakan, sehingga diberlakukan satu arah selama tiga jam di sore hari selama bulan puasa bagi kendaraan roda empat.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menjelaskan, pihaknya sudah mensosialisasikan aturan itu kepada pengendara dan masyarakat setempat. Walau dengan aturan baru itu pengendara harus memutar agak jauh, namun tidak lagi terdapat penumpukan kendaraan sepanjang sore hari di masa bulan puasa. “Di Kotagede kan sudah satu arah itu kalau selama jam 15.00 WIB -18.00 WIB yang roda empat, itu sudah kami pasang spanduk. Satu arah dari utara ke selatan. Sekarang ya sudah nyaman meski agak mutar terlalu jauh,” terang Agus Sabtu (17/4/2021).
Dia meneruskan, aturan itu masih bersifat sementara dan hanya diberlakukan sepanjang bulan Ramadan saja. Pasalnya, dari pengalaman tahun sebelumnya kawasan itu kerap macet dan terjadi penumpukan kendaraan karena merupakan kawasan padat pertokoan dan banyaknya pedagang takjil pasar Ramadan dadakan di area sekitar. Terlebih lebar badan jalan yang hanya sekitar empat sampai enam meter saja, sehingga jika masih diberlakukan dua arah dan dapat dilalui kendaraan roda empat maka kemacetan tak terelakkan.?
“Itu masih sementara dan masyarakat kita berikan penyadaran agar semuanya bisa lancar meski agak jauh. Itu kan Kotagede selalu macet tiap sore kalau Ramadan. Sekarang sudah agak lumayan dan tingkat kepadatannya sudah agak berkurang. Kami berharap ke depan kawasan itu akan kami tata manajemen lalu lintasnya ke depan, baik itu parkir dan pedagangnya, karena kan sudah banyak masyarakat yang berdatangan yang ke bagian selatan ini,” imbuh dia.?
Agus menjelaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas lainnya di kawasan pasar Ramadan yang terdapat di Kota Jogja juga dimungkinkan untuk dilakukan. Saat ini pihaknya masih akan melihat pergerakan arus lalu lintas kendaraan di sepanjang pasar Ramadan guna mengambil kebijakan lebih lanjut. “Baik yang di Nitikan atau Jogokaryan itu masih kami lihat dulu serta tempat yang lain, asal jangan sampai berhenti total karena terlalu padat,” katanya.?
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Jogja, Windarto menambahkan, penerapan lalu lintas satu arah di Jalan Kemasan masih bersifat uji coba. Namun jika dirasa efektif dan mampu mengurai arus lalu lintas yang kerap padat di sore hari, bukan tidak mungkin uji coba itu bakal dilanjutkan. Saat ini, pihaknya masih mengkaji dan melakukan evaluasi lanjutan untuk melihat tingkat efektivitas rekayasa yang dilakukan itu, bila dinilai berhasil disinyalir uji coba arus lalu lintas satu arah akan dilanjutkan di Jalan Kemasan.
“Kita lihat dulu selama Ramadan bagaimana. Kebijakan ini kan demi kelancaran lalu lintas, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya. (den)
