Yogyakarta, HarianBernas.com- Landslide Early Warning System (LEWS) buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dipakai dunia internasional sebagai standar rujukan dunia untuk sistem pemantauan dan peringatan dini terhadap longsor, Jumat (9/9).
“Berkat perjuangan peneliti longsor UGM, LEWS UGM berhasil lolos untuk sebagai standar rujukan dunia,” terang Dwikorita Karnawati, Rektor UGM dalam siaran persnya.
Lolosnya LEWS sebagai standar internasional akan menjadi momentum penting untuk kepeloporan dan kedaulatan Indonesia terhadap industri kebencanaan di dunia karena nanti seluruh produk industri internasional untuk LEWS merujuk ke LEWS buatan UGM.
Selain itu, LEWS akan membuat Indonesia menjadi negara pertama dari middle income country yang mengusulkan produknya menjadi acuan internasional. Tanpa keberanian ini, Indonesia akan terus menjadi pengguna ISO dengan membayar biaya mahal apabila LEWS ini ingin diakui berkualitas sesuai standar internasional sebagai syarat untuk diterima di pasar global, imbuh Dwikorita.
Keberhasilan UGM ini diharapkan akan lebih mendorong proses hilirisasi riset di Indonesia sehingga dapat menjadikan posisi Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara maju dan canggih teknologi. “Masih cukup banyak karya riset UGM yang dapat diproses lanjut menjadi standar internasional sehingga memperkuat proses hilirisasi ke industri,” terang Dwikorita.
