Gunung Kidul, HarianBernas.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Yogyakarta telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah kecamatan yang dilanda kekeringan sejak 1 September, Jumat (9/9).
Dwi Warno Widinugroho, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnsonakertrans) Gunung Kidul menyebut pihaknya telah menyalurkan air bersih sejak 1 September 2016.
Pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan rapat koordinasi dengan beberapa kecamatan. Anggaran distribusi air bersih yang belum dicairkan diambil dari kas daerah. “2016, anggaran distribusi air bersih Rp630 juta. Saat ada permintaan, kami langsung distribusi,” jelasnya.
Pihaknya hanya akan menambah distribusi air untuk beberapa kecamatan yang belum mempunyai armada tangki atau kecamatan yang mempunyai armada tangki, tapi kesulitan memenuhi permintaan warga.
“Kami punya tujuh armada yang siap menyalurkan air besih. Permintaan bantuan harus melalui desa,”terangnya.
Distribusi air bersih tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena kemarau basah sehingga hujan masih sering turun di beberapa wilayah langganan kekeringan. Biasanya awal Mei hingga Juni sudah mulai distribusi air bersih. Kali ini September baru mulai. Anggaran distribusi air kemungkinan tidak akan ditambah karena cukup sampai akhir tahun nanti.
Ch Suyatmiyatun, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Gunung Kidul, tahun ini sudah ada beberapa permintaan distribusi air, misal Kecamatan Tepus, Girisubo, Ngawen, Purwosari, Panggang, dan Rongkop.
Setiap hari rata-rata tujuh unit mobil tangki mendistribusikan air bersih sebanyak lima kali. “Semua armada siap melakukan distribusi air bersih,? imbuhnya.
