Yogyakarta, HarianBernas.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut rendahnya minat berwirausaha pemuda saat ini karena masih berorientasi menjadi pekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pegawai negeri sipil (PNS), Senin (5/9).
Untuk itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kemenpora, Joni Mardizal menyimpulkan bahwa minat berwirausaha pemuda Indonesia masih rendah.
“Kami prihatin, sampai sekarang, jumlah pelajar ataupun mahasiswa yang berminat menggeluti bidang wirausaha masih rendah,” kata Joni di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Agar menjadi negara dengan perekonomian kuat, sesuai dengan standar Bank Dunia, Indonesia membutuhkan 4 persen jumlah wirausaha dari total penduduk karena saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru 2 persen.
Bagi Joni Mardizal, setinggi apa pun jabatan PNS, yang bersangkutan tetap seorang “pesuruh” yang siap diperintah. Kemenpora berharap Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan memunculkan generasi muda dengan mental, bukan pekerja.
Tantangan era ekonomi digital, perlu direspons dengan penguasaan terhadap teknologi informasi. Pihaknya akan berfokus memberikan informasi kewirausahaan bagi pemuda,”imbuhnya.
Sebelumnya, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda, Eny Budi Sri Haryani,Kemenpora menyebut “Gerakan Nasional Pemuda Kreatif” fokus meningkatkan daya kreatif generasi muda dengan pelatihan dan permodalan.
Gerakan ?Gerakan Nasional Pemuda Kreatif? akan memberikan wadah inovator muda, terutama yang menekuni bidang seni kriya, fashion, musik, grafika, teknologi informasi, film, dan kuliner.
