Gunung Kidul, HarianBernas.com- Nelayan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, merasakan keberuntungan dengan panen jingking karena gelombang tinggi membuat hasil tangkapan ikan nelayan merosot beberapa bulan terakhir ini, Rabu (7/9).
“Setiap menjaring, rata-rata menangkap jingking 40 sampai 50 kg. Harga jingking di tingkat nelayan berkisar Rp4.000 sampai Rp5.000 per kg. Hasilnya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Ngadino, salah seorang nelayan Pantai Baron Ngadino di Gunung Kidul.
Jumirah, seorang nelayan Pantai Baron lainnya, menuturkan tangkapan jingking mulai meningkat sejak dua pekan terakhir. Melimpahnya jingking sangat membantu nelayan yang paceklik ikan.
“Kami menangkap jingking menggunakan jaring, sehari bisa 40 kg,”imbuhnya.
Sebelum diolah, jingking dijemur di pasir dahulu agar mati. Selain dibuat cemilan rempeyek jingking, jingking juga dimanfaatkan sebagai campuran hewan ternak milik mereka. “Biasanya buat makan ayam, lele ataupun bebek,”imbuhnya.
Masa panen jingking kali ini terbilang cepat karena jingking hanya akan keluar pada bulan tertentu, antara bulan Juli-September saja setelah itu menghilang.
Sementara itu, Sumariyono, salah seorang nelayan Pantai Baron Sumariyono, menuturkan bahwa saat ini, tangkapan ikan menurun drastis karena gelombang tinggi. Sekali melaut, hanya bisa mendapatkan tangkapan ikan sebesar lima belas kilogram ikan segar, padahal pada hari normal tangkapan nelayan bisa mencapai lima puluh kilogram.
