YOGYA, BERNAS.ID– PMI Kota Jogja kesulitan mendapatkan pendonor darah plasma konvalesen yang bakal digunakan untuk terapi guna membantu pasien terinfeksi COVID-19 sembuh. Selain keterbatasan jumlah penyintas, terkadang kriteria tertentu juga menyebabkan penyintas Covid-19 tidak bisa mendonorkan plasma konvalesen.
Petugas transfusi darah PMI Kota Jogja, Diah Nurpratami mengatakan, sejak plasma konvalesen ditemukan sebagai salah satu metode pengobatan yang efektif bagi pasien COVID-19 pihaknya hingga saat ini masih kesulitan menemukan pendonornya. Hal ini disebabkan karena pendonor merupakan dari kelompok tertentu saja yakni para penyintas COVID-19.
“Nanti kan juga diperiksa antibodinya dulu kan, nah biasanya ini dari lima orang yang datang itu yang bisa mendonorkan darahnya hanya satu,” katanya, Selasa (27/4/2021).
Ia menjelaskan, dalam mendonorkan plasma konvalesen pihaknya mesti memastikan bahwa si pendonor pernah terkonfirmasi COVID-19 dengan bukti PCR positif dan telah dinyatakan sembuh. Selepas 14 hari dan tidak ada gejala lanjutan, penyintas bisa mendonorkan plasma konvalesennya.
“Bisanya kami nanti akan ambil sampel dan uji kelayakan setelah lolos nanti baru diambil darahnya,” jelasnya.
Dengan syarat utama pendonor yang mesti dari penyintas COVID-19, pihaknya merasa kesulitan dalam memenuhi permintaan dari sejumlah rumah sakit. Jumlah stok yang terbatas menyebabkan PMI Kota Jogja tidak pernah menyimpan stok darah plasma konvalesen.
“Pas sudah ada darahnya itu antrean pasien yang membutuhkan justru sudah banyak,” katanya.
Sementara itu, stok darah normal di bulan Ramadan ini masih mencukupi untuk menyuplai kebutuhan permintaan darah di rumah sakit yang telah menjadi rekanan PMI. Rata-rata PMI menargetkan mampu menampung sebanyak 75-100 kantong darah per hari dari para pendonor yang akan disalurkan ke 40 rumah sakit rekanan.
“Kondisinya masih pas dan masih cukup untuk melayani rumah sakit yang telah bekerja sama dengan kami. Biasanya 10 hari sebelum Lebaran yang akan mulai turun karena sudah banyak yang mulai mudik,” jelas dia. (den)
