Bantul, HarianBernas.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan wacana full day school akan terus dilaksanakan meski menuai banyak penolakan, Rabu (10/9).
“Full day, jalan. Teknisnya belum, tetapi jalan. Itu berkaitan dengan pendidikan karakter tingkat SD dan SMP,” jelas Muhadjir Effendy usai menyambangi SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul, Yogyakarta.
Penerapan sekolah sehari penuh akan dikaji dan dipersiapkan teknis pelaksanaannya karena memperhatikan pendidikan karakter, meski di lingkungan keluarga, ada pendidikan karakter.
“Di keluarga iya. Tetapi kan gak ada jeleknya sekolah ikut menanggung,” imbuh Mendikbud.
Dalam kunjungannya, Mendikbud meresmikan peluncuran mobil tenaga hybrid berdesain mirip kendaraan formula di SMK Muhammadiyah Imogiri. Ia pun mengetes dengan menyalakan mesinnya.
Nur Wahyuntoro, Kepala SMK Muhammdiyah Imogiri Bantul menjelaskan kendaraan hybrid itu memanfaatkan tenaga listrik dan bahan bakar premium, serta dilengkapi dengan panel surya. Mobil Hybrid ini merupakan hasil karya praktik siswa.
“Siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan terus berkarya. Tahun lalu berupa mobil 'go kart' bertenaga elpiji. Tahun ini, mobil tenaga hybrid,” imbuhnya.
Terkait dengan penerapan sekolah sehari penuh dari Mendikbud, sekolah SMK Muhammdiyah Imogiri Bantul siap mewujudkannya, bahkan penerapan sekolah sehari penuh sebetulnya sudah diterapkan sejak dua tahun terakhir, yaitu siswa belajar di sekolah sampai pukul 17.00 WIB.
