Yogyakarta, HarianBernas.com – PT KAI Yogyakarta akan terus melanjutkan proses penataan sisi selatan Stasiun Tugu melalui koordinasi yang intensif dengan Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta, Rabu (10/8).
“Program tetap jalan. Kami mencari waktu tepat untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Keraton,” jelas Hendy Helmi, Executive Vice President (EVP), PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta di Yogyakarta.
Dalam waktu dekat, PT KAI Yogyakarta akan berkoordinasi dengan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwinoto, Penghageng Panitikismo Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk membicarakan lahan keraton yang dikuasakan ke PT KAI.
“Kami menempati tanah sultan. Tentu, harus mengamankan aset tersebut,” katanya.
Selama aset keraton masih diperlukan PT KAI maka Keraton tidak akan memberikan surat kekancingan ke pihak lain. Penataan sisi selatan Stasiun Tugu yang akan dilaksanakan PT KAI dengan memindahkan puluhan pedagang kali lima yang telah menggunakan lokasi itu selama puluhan tahun.
Koordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta juga diperlukan karena pedagang kaki lima tersebut memiliki dan tercatat dengan kepemilikan kartu bukti pedagang. Di lokasi tersebut, akan dibuat jalur pedestrian untuk mendukung penataan kawasan Malioboro.
Selain di sisi selatan stasiun, PT KAI juga akan menata bagian dalam stasiun dengan membangun “hall” besar untuk meningkatkan pelayanan. Sejumlah pedagang yang tergusur tersebut dipastikan akan menempati kios yang disewa dari PT KAI yang masa sewanya sudah habis sejak empat bulan dan tidak diperpanjang.
“Di kontrak sewa, pedagang bersedia digusur jika lokasi tersebut dibutuhkan PT KAI untuk pengembangan tanpa ganti rugi. Kontraknya jelas,” katanya.
PT KAI berharap kegiatan penataan sisi selatan Stasiun Tugu dan bagian dalam stasiun dapat diselesaikan tahun ini.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bukan penggusuran, tapi penataan pedagang.
” Harapannya, pedagang tidak perlu cemas dengan rencana tersebut,” katanya.
