SLEMAN, BERNAS.ID – Petugas gabungan memutarbalikkan 993 kendaraan roda empat di Pos Penyekatan Tempel, Sleman, DIY selama 6 hari larangan mudik Lebaran. Pos Penyekatan Tempel memeriksa kendaraan menuju Yogyakarta dari arah Magelang. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di Yogyakarta.
Dari data hasil penyekatan mulai tanggal 6-10 Mei, petugas gabungan telah memeriksa 3.475 kendaraaan. Rinciannya 2.553 kendaraan diizinkan melintas dan 993 dipaksa putar balik.
Kepala Pos Penyekatan Tempel, Iptu Sanika mengatakan, tidak menemui banyak kendala selama melaksanakan tugas penyekatan di Pos Tempel. Menurutnya, sarana dan prasarana Pos sudah tersedia dengan baik. “Pelaku perjalanan boleh lewat asal ada surat tugas dinas atau kerja dan dokumen kesehatan. Dua itu yang pokok,” tuturnya di Pos Tempel, Selasa (11/5/2021).
Baca Juga : Minimalisir Transmisi Covid-19, 3688 Kendaraan Diputarbalik
Iptu Sanika mengungkapkan H-2 Lebaran justru terjadi pengurangan kendaraan yang melintas dari luar daerah menuju Yogyakarta. Ia menduga karena banyaknya penyekatan yang dilakukan di luar Yogyakarta. “Semakin mendekati Lebaran, plat luar daerah justru berkurang. Kebanyakan sekarang plat AA dan AD,” ucapnya.
“Saya juga menduga karena tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang larangan mudik sehingga tidak melakukan perjalanan,” imbuhnya.
Iptu Sanika pun memberikan imbauannya agar di masa-masa larangan mudik (6-17 Mei), masyarakat yang tidak ada keperluan mendesak lebih baik di rumah saja. Tak perlu keluar atau melintasi perbatasan Yogyakarta.
“Demi menghindari penyebaran Covid-19, kalau tidak urgen silakan dirumah saja. Kalau terpaksa, lengkapi dokumen dan patuhi prokes,” ucapnya. (jat)
