YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berangkat dari keresahan para pelaku Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) dimasa pandemi covid-19 ini yang banyak mengalami penurunan penjualan dan juga mengalami tekanan lainnya, sama halnya seperti pelaku usaha lainnya. Tiga pemuda Gheza, Winda, dan Randy pun berinisiatif membuat sebuah acara atau even yang dapat membantu membangkitkan perekonomian para pelaku UMKM tersebut.
Dari tangan dingin ketiga pemuda asal Yogyakarta tersebut, lahirlah even The Mob Festival yang dilaksanakan di Lippo Mall, pada awalnya even ini hanya akan digelar pada tanggal 30 April hingga 9 Mei 2021, tapi karena animo masyarakat yang tinggi dan dari permintaan pengunjung, akhirnya even yang menghadirkan sekitar 30 booth mulai dari usaha thrift yang sedang digandrungi anak muda saat ini hingga bisnis produk-produk lokal yang sedang hype diperpanjang hingga 17 Mei 2021.
“Even ini bertujuan untuk membantu penggiat usaha dan mengangkat para UMKM serta menjadi ajang untuk mempromosikan (branding) produk mereka agar lebih dikenal di masyarakat luas. Dengan adanya even ini juga dapat meningkatkan prestisge dari local brand dan thriftshop atau penjualan baju bekas ini agar tidak dipandang sebelah mata yang mana thrift dan juga brand lokal ini sekarang digemari oleh semua kalangan terutama anak muda,” ujar Gheza, Rabu (12/5/2021) kepada bernas.id.
Baca Juga : Pemda DIY Diminta Ikut Lariskan Produk UMKM
Pelaksanaan even The Mob Festival ditengah pandemi covid-19, diakui panitia, mereka sudah mengajukan perizinan ke dinas terkait dan gugus tugas covid-19. “Acara ini juga dilengkapi dengan protokol kesehatan yang mana pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan handsanitizer, serta adanya pengecekan suhu, penyemprotan disinfectan secara berkala dan social distancing,” tambahnya.
Even ini sambung Gheza, terbuka untuk semua orang yang memiliki usaha dan hingga saat ini diikuti lebih dari 50 tenant 85 seller, yang mana mereka sebelumnya sudah melakukan pendaftaran melalui sistem calling tenant di Instagram. “Dengan modal promosi dari mulut ke mulut dan media sosial Instagram, acara ini dapat dikenal luas masyarakat dan mendatangkan ribuan orang ke event tersebut setiap harinya,” katanya.
Bahkan untuk masuk ke dalam even ini para pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Even ini dibuka dari pukul 11.00 sampai 21.00 WIB setiap harinya.
Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti even ini mengatakan dia merasa terbantu, karena kalau jualan online pasarnya sudah biasa atau hanya followers saja sedangkan penjualan offline pembelinya lebih random jadi pengunjungnya bisa pilih barang kita. Apalagi di masa pandemi ini juga sangat membantu meningkatkan penjualan yang sebelumnya cukup menurun. (cdr)
