HarianBernas.com — Jika Anda seorang pemimpin perusahaan, seorang coach ataupun konsultan bisnis, jangan pernah berpikir, bahwa sebuah ide cukup bagus, berarti akan mulus ketika Anda implementasikan dalam sebuah organisasi.
Jika Anda berpikir demikian maka dijamin Anda akan kecewa dan membiarkan ide-ide Anda mati konyol karena kurang antisipasi, dengan apa yang saya sebut sebagai Politik Kantor.
Apakah Anda berpikir dengan adanya PBB itu artinya semua anggotanya berharap bahwa negara ini akan damai?
Ohhh tidak…
Jika Anda berpikir demikian, Anda termasuk seperti yang saya pikirkan belasan tahun lalu. Saya berpikir, PBB artinya semua negara berharap perdamaian. Kenyataannya tidak, karena ketika perang terjadi, banyak yang peroleh keuntungan, diantaranya para politisi yang berkepentingan, pabrik senjata, para petinggi militer yang ingin unjuk kebolehan dan inginkan kenaikan pangkat, pabrik dan trader logistik perang, akan senang ketika perang terjadi. Merekalah pihak-pihak yang menginginkan perang terus terjadi, karena perang memberi keuntungan kepada mereka.
Ketika rupiah terpuruk terhadap dollar, apakah semua masyarakat Indonesia merasa rugi?
Oh tidakkk…
Para eksportir, petani yang komoditinya dihitung dengan harga dollar, mereka yang memiliki tabungan dollar adalah pihak-pihak yang senang, ketika dollar melambung tinggi meninggalkan rupiah.
Begitu juga ketika Anda memasuki sebuah perusahaan yang nyaris kolaps… apakah Anda berpikir bahwa semua orang akan senang jika ide-ide hebat hendak dijalankan untuk perubahan yang lebih baik? Ketika kemajuan mulai nampak apakah Anda melihat semua orang akan senang?
Anda salah besar jika Anda berpikir demikian…
Kenapa?
Karena ada pihak-pihak yang dengan kondisi perusahaan terpuruk, dia mengambil posisi yang menguntungkan. Lemahnya disiplin karyawan, lemahnya daya tawar perusahaan terhadap karyawan, adalah pintu masuk mengambil keuntungan pribadi.
Mulai dari mencari proyek pribadi dengan menggunakan status pekerjaan di kantor, menggunakan tenaga kerja di kantor sebagai tenaga lepas saat mendapatkan project di luar, memanfaatkan lemahnya kepemimpinan , dan lain sebagainya. Hanya sebagian kecil saja cara sekelompok orang memanfaatkan kondisi lemahnya perusahaan.
Ketika isu perubahan dimulai, ketika ide-ide hebat hendak dilaksanakan, jangan heran jika isu-isu mulai digulirkan untuk menentang perubahan.
Politik kantor bermain, kubu-kubu penentang perubahan akan mengkristal dan menjadikan sisi lemah perubahan pemimpin yang melakukan perubahan sebagai amunisi mereka.
Penentangan bisa terjadi diam-diam, setengah terang-terangan hingga yang anarkis.
Jadi kalau Anda berani melakukan perubahan, terlepas Anda orang baru ataupun orang lama di kantor tersebut, bersiaplah dengan amunisi lengkap untuk bertarung, bahkan hingga menggunakan jasa penasehat hukum, formal maupun informal Anda. Penasehat hukum swasta bahkan aparat hukum yang sedang memegang kekuasaan, agar apa yang Anda lakukan dalam koridor yang benar.
Politik kantor akan membawa suasana tidak nyaman, saling mencurigai bahkan saling serang. Sehingga memang, kondisi di kantor akan mirip suasana pemilihan presiden, ada serangan-serangan politik yang akan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kebijakan anda. Bahkan, bersiaplah menghadapi Black Campaign yang ditujukan kepada Anda secara pribadi.
Tetaplah kalem, dan bertindaklah sesuai nilai-nilai kebenaran dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Sebaliknya, tetaplah cermat mengamati dan mencatat, mungkin penyerang Anda, “lawan politik” Anda menyerang dengan cara-cara yang melawan hukum. Sabar dan simpanlah catatan Anda, hanya digunakan jika memang suatu saat sangat diperlukan saja.
“Politik kantor dalam perubahan” Saya beruntung mengetahui hal ini, dari John C Maxwell belasan tahun lalu, sehingga tidak kaget, ketika menghadapi hal-hal tersebut, baik dalam perusahaan yang saya konsultani maupun perusahaan-perusahaan yang saya ambil sebagian maupun seluruh kepemilikannya.
Inilah hasil risetnya, “1-4 % orang akan menjadi inovator dalam perubahan, sekitar 16% orang akan menjadi penyesuai awal”,
Artinya hanya sekitar 20% mereka yang akan mendukung langkah perubahan yang Anda lakukan.
“Sekitar 54% akan menjadi Penyesuai Akhir, yang akan turut mendukung perubahan, ketika hasil dari perubahan mulai nampak. Ketika berpindah dari Zona nyaman lama, menuju zona nyaman baru nampak menguntungkan”, mengutip apa yang ada didalam buku “Kepemimpinan di sekitar anda” Karya Bapak Leadership, John C. Maxwell.
Lalu bagaimana dengan yang 16%? Mereka adalah orang-orang yang harus anda siapkan karpet merah, untuk berada di luar perusahaan. Kurang lebih mereka bilang begini:
“apapun yang anda lakukan, bagaimana pun hasilnya, kami tidak akan mendukung”,
Intinya merekalah yang akan menjadi penantang Anda, membuat Anda marah, emosi sekaligus kreatif dan inovatif, untuk membuktikan program perubahan yang Anda canangkan akan membawa hasil yang lebih baik untuk perusahaan dan karyawan.
Mereka biasanya yang kenyamanannya terusik, bisnis mereka terganggu, ketika disiplin kantor mulai ditetapkan.
Disiplin waktu memang baik untuk perusahaan, tetapi tidak baik untuk bisnis mereka, karena begitu disiplin kantor diterapkan, mereka akan kesulitan menggunakan karyawan kantor untuk kepentingan project pribadi mereka.
Disiplin atas aturan perusahaan memang baik untuk kemajuan bersama, tetapi ini tidak baik untuk pendapatan tambahan untuk sebagian orang, yang menerima pendapatan selain dari pendapatan resmi yang diperbolehkan kantor.
Jika sebuah gagasan perubahan, tidak dikawal oleh Kemauan, Keyakinan, Pengalaman, dan Amunisi yang cukup, maka jangan heran, jika gagasan-gagasan hebat tidak berdaya dihadapan POLITIK KANTOR, yang siap menerkam langkah-langkah perubahan yang dilakukan.
Sooo….
Risiko kehilangan waktu, tenaga, pikiran dan uang yang Anda investasikan adalah risiko yang harus Anda hadapi ketika anda menjadi Konsultan, Coach maupun Pengusaha Level 4 yang membeli seluruh atau sebagian saham perusahaan yang sedang bermasalah.
Sejak 2005, saya telah berlatih menghadapi politik kantor, mulai dari perusahaan sendiri yang nyaris kolaps, perusahaan lain di mana saya diundang sebagai konsultan, sampai dengan perusahaan-perusahan yang saya beli kepemilikannya sebagian bahkan seluruhnya.
Masalahnya hampir sama….
Tetap ada orang-orang yang akan berkata :
“Apapun Perubahan yang anda lakukan, Pokoknya saya tidak setuju…, karena jelas-jelas itu mengganggu bisnis saya”,
Tentu ini ucapan yang tidak tersurat, melainkan tersirat dari bagaimana mereka menggalang opini, menggalang tanda tangan dukungan dll. Untuk menentang kebijakan resmi perusahaan.
Tidak perlu khawatir, bukankah Anda sudah mendapatkan Tips dari Maxwell, bahwa itu normal? Ada 16% orang yang berlaku demikian?
16% orang ini yang memang akan dengan sukarela akhirnya berada di luar perusahaan, dan membukakan kesempatan untuk tenaga-tenaga baru yang akan membawa penyegaran bagi organisasi Anda, yang diperlukan untuk membuat iklim perubahan yang lebih kondusif.
Saran saya, Anda hanya perlu menjadi lebih kreatif dan inovatif, hindarkan tindakan anarkis dan bertentangan dengan hukum.
Sembari siapkan skenario terburuk jika mereka melakukan tindakan anarkis dan melawan hukum tentunya.
Langkah terakhir, bersiaplah menunjukkan pintu keluar yang terbaik, buat mereka berkarya di tempat lain, karena di perusahaan dan organisasi Anda, belum tentu yang paling baik, buat mereka dan keluarga mereka.
Selamat mempraktikkan..
Salam Hebat
Putu Putrayasa
Business Mentor & Coach
CEO of BERNAS Media Group
www.Putu.HarianBernas.com
