YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah riuhnya perang tarif yang kerap mewarnai persaingan layanan pesan-antar makanan, aplikasi lokal JogjaKita tampil beda dengan gebrakan spektakuler yakni program “Gratis Ongkir”.
Langkah ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan sebuah gerakan nyata untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
Terobosan di Tengah Tantangan Ekonomi
Direktur JogjaKita, Suroto, menegaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Baca Juga : Pemerintah Harusnya Beri Insentif ke Ojol, Bukan Batasi Pemakaian BBM Subsidi
“Banyak orang batal pesan makanan karena ongkir. Kami hadir untuk mengurangi beban itu, bukan ikut-ikutan perang harga,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Dengan kode promo GRATISONGKIR, pengguna bisa menikmati layanan bebas biaya kirim setiap hari sesuai syarat yang berlaku. Program ini dirancang agar berkelanjutan dan terus dievaluasi demi manfaat jangka panjang.
Fokus pada UMKM dan Driver
Berbeda dari strategi kompetitor, JogjaKita menitikberatkan dukungan pada UMKM lokal dan kesejahteraan driver.
Baca Juga : Ratusan Driver Gojek Jogja Gelar Aksi Solidaritas Bela Nadiem Makarim
“Semakin banyak pelanggan memesan, semakin besar peluang driver mendapatkan order. Kami ingin semua pihak merasakan keuntungan: pelanggan, merchant, dan driver,” tegas Suroto.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Program ini bukan hanya soal hemat ongkir, tetapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi Jogja. Harapannya, semakin banyak masyarakat menggunakan aplikasi lokal, semakin besar pesanan yang masuk ke UMKM, dan semakin banyak order yang diterima driver.
“Ekonomi Jogja harus bergerak bersama,” pungkas Suroto penuh optimisme.
JogjaKita tidak sekadar meluncurkan promo, tetapi menciptakan gerakan sosial-ekonomi yang bisa menjadi model inspiratif bagi daerah lain.
Gratis Ongkir bukan perang tarif, melainkan senjata strategis untuk memperkuat ekonomi lokal dan solidaritas masyarakat. (cdr)
