HarianBernas.com ? Belum lama ini, seorang ahli keamanan software ternama telah memberikan saran bagi orang-orang yang ingin membeli smartphone berbasis Android. Ia juga mengatakan, untuk saat ini sebaiknya hanya membeli ponsel dari seri Nexus atau keluaran terbaru dari Samsung saja. Mau tahu alasannya?
Ahli keamanan software yang dimaksud adalah Gal Beniamini dari sebuah perusahaan yang bernama Duo Labs. Ia adalah pakar keamanan dan anggota dari Product Security Hall of Fame Qualcomm.
Beberapa waktu yang lalu, sebagaimana dirangkum dari Android Authority, Selasa (5/7/16), Beniamini telah memperlihatkan sebuah celah keamanan yang sangat serius di Android.
Celah keamanan tersebut, dikatakan oleh Beniamini, ada di semua perangkat berbasis Android yang belum lama ini mendapat “tambalan” atau patch keamanan untuk bulan Mei yang lalu.
Walaupun begitu, tak diketahui celah keamanan seperti apa yang telah diperlihatkan oleh Beniamini.
Lebih lanjut lagi, Beniamini mengungkapkan, hanya perangkat dari Nexus dan smartphone Samsung Galaxy terbaru yang telah meningkatkan keamanan sistemnya sejak adanya pengujian yang sama pada bulan Januari yang lalu.
Oleh sebab itu, sang peneliti telah menyarankan untuk tak membeli ponsel di luar kedua brand itu.
“Kami telah menemukan jika perangkat Android yang direkomendasikan ialah Nexus dan Samsung, karena mereka selalu merilis update keamanan dengan cepat,” tambah peneliti tersebut.
Menurut informasi yang dikutip dari Android Authority, celah keamanan memang ada di tiap ponsel Android terutama yang masih belum menerima pembaruan keamanan bulan Mei dari Google yang jumlahnya telah mencapai 57% dari seluruh perangkat Android. Itu artinya, ada lebih dari setengah produk smartphone Android di seluruh dunia masih terancam bahaya tersebut.
Hanya ponsel Nexus dan beberapa perangkat Samsung Galaxy saja yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi. Terlebih dari beberapa ponsel Samsung yang mempunyai teknologi keamanan KNOX.
Sebagai buktinya, sejumlah smartphone Samsung Galaxy juga telah mendapat izin dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat dalam program National Information Assurance Partnership (NIAP) Commercial Solutions for Classified.
Bahkan ponsel Samsung Galaxy S4 mempunyai lapisan keamanan tambahan dari Defense Information Systems Agency (DISA). Karena itulah Galaxy S4 berhasil memenuhi program DOD Mobility Classified Capability-Secret (DMCC-S) dan jadi perangkat komersial pertama yang mempunyai izin terhubung ke jaringan rahasia SIPRNet yang dimiliki oleh Departemen Keamanan Amerika Serikat.
Bisa dibilang Android adalah sistem operasi sejuta umat karena mempunyai reputasi yang kurang baik jika berbicara masalah keamanan. Oleh karena itu, banyak celah keamanan ditemukan dan membuatnya rawan diserang.
Android diakui sebagai sistem operasi mobile yang paling banyak pemakainya di seluruh dunia. Aplikasi yang sangat banyak tentu membuat banyak orang akhirnya memilih sistem operasi ini jika dibandingkan OS lain. Di lain pihak bicara masalah keamanan, Android pun dicap sebagai sistem operasi yang paling buruk keamanannya.
Google sendiri juga sempat mengklaim jika jumlah serangan di sistem operasi buatannya sudah tidak separah waktu dulu.
Maka untuk Anda yang ingin membeli ponsel dengan sistem android dalam waktu dekat, sebaiknya memilih dua merek ponsel yang sudah diakui keamanannya seperti Nexus maupun Samsung Galaxy Series hingga menunggu semua merek ponsel yang memiliki standar keamanan yang mumpuni.
Namun jika memilih merek ponsel selain kedua merek tersebut, diharapkan sabar hingga keamanan dari merek-merek tersebut sudah bebas dari potensi gangguan keamanan.
