BOGOR, HarianBernas.com– Sebesar 50 persen atau separuh dari jumlah total desa yang ada di Indonesia belum teraliri jaringan energi listrik, khususnya di kawasan timur Indonesia sampai kini saat ini, Sabtu (21/5).
“Dari 82.190 desa, sebanyak 42.352 desa belum berlistrik,” terang Said Didu, Ketua Satuan Tugas Program Indonesia Terang (PIT) dalam Sarasehan bertajuk 'Sinergi Kemen ESDM Wujudkan Kedaulatan Energi Melalui Konservasi Energi dan Program Indonesia Terang', di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu.
PIT akan memproduksi listrik dengan memanfaatkan energi dari daerah setempat berupa energi terbarukan, misal energi surya, air, angin, biomassa, hingga arus laut. Program Indonesia Terang (PIT) diadakan untuk mencapai target kenaikan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada 2015 naik menjadi 97 persen di tahun 2019.
“Dengan memanfaatkan energi setempat, pembangunan pembangkit dan transmisi listrik dapat dibangun secara lokal, berbasis desa atau pulau sehingga tak harus menunggu datangnya jaringan listrik dari pusat,” terang Said Didu.
Dari 12.659 desa tertinggal akan diutamakan pembangunan infrastruktur listriknya oleh Kemen ESDM karena sama sekali belum mendapatkan jaringan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Desa-desa yang belum teraliri listrik tersebar di Provinsi Papua dan di bagian timur Indonesia lainnya. Prioritas utama PIT menjadikan Indonesia bagian timur bisa terang, tegas Said Didu.
PIT telah digulirkan sejak akhir Februari 2016 lalu dan sejumlah proyek pembangunan pembangkit listrik sudah berjalan di sejumlah desa. PIT akan mencari pihak swasta untuk bekerjasama dan berpartisipasi dalam program PIT.
“Sedang berjalan proyek-proyek pembangkitnya dan akan ditata lagi ke depan,” katanya.
