Palu, Bernas.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mencatat lonjakan permohonan paspor pada awal Juni 2026. Peningkatan tersebut didominasi oleh masyarakat yang mempersiapkan keberangkatan ibadah umrah setelah berakhirnya musim haji.
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian (Kasi Lantaskim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mursalim, mengatakan jumlah pemohon paspor pada awal bulan ini meningkat dibandingkan satu hingga dua bulan sebelumnya.
“Pada awal Juni ini terdapat peningkatan permohonan paspor dibandingkan bulan lalu maupun dua bulan sebelumnya. Sebagian besar pemohon merupakan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah,” kata Mursalim, Selasa (3/6/2026).
Menurut dia, meningkatnya permohonan paspor terjadi seiring persiapan keberangkatan jamaah umrah yang diperkirakan mulai ramai dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mengurus dokumen perjalanan lebih awal.
Untuk mengantisipasi tingginya permintaan layanan, Imigrasi Palu terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan keimigrasian. Salah satunya melalui program layanan jemput bola bernama Lalampak, yang menjangkau masyarakat hingga ke kabupaten dan wilayah pelosok di Sulawesi Tengah.
Melalui program tersebut, petugas imigrasi mendatangi langsung lokasi pemohon berdasarkan permintaan dari instansi, kelompok masyarakat, maupun biro perjalanan umrah dan haji.
“Layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke Kantor Imigrasi Palu,” ujar Mursalim.
Selain layanan jemput bola, masyarakat juga dapat memanfaatkan sistem pendaftaran paspor secara daring melalui aplikasi resmi Imigrasi. Melalui layanan tersebut, pemohon dapat memilih sendiri jadwal kedatangan sesuai waktu yang tersedia.
Mursalim menegaskan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan humanis.
“Kami terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Masyarakat dapat menentukan sendiri hari dan jam kedatangan saat mengajukan permohonan paspor sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif,” katanya.
Di sisi lain, Imigrasi Palu juga terus mempersiapkan dukungan pelayanan keimigrasian untuk rencana operasional penerbangan internasional di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Saat ini, fasilitas keimigrasian di area kedatangan dan keberangkatan disebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
“Untuk area imigrasi di bandara saat ini masih dalam tahap finishing. Namun, sarana dan prasarana pendukung seperti kantor, area pemeriksaan kedatangan dan keberangkatan, serta ruang operasional sudah disiapkan,” tutur Mursalim.
Terkait jadwal penerbangan internasional perdana, pihak Imigrasi mengaku belum menerima pemberitahuan resmi. Meski demikian, berdasarkan informasi awal yang diperoleh, penerbangan internasional rute Palu–Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur–Palu direncanakan mulai beroperasi pada 6 Juli 2026.
Dengan meningkatnya permohonan paspor dan persiapan layanan di bandara internasional, Imigrasi Palu optimistis dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk keperluan ibadah, wisata, pendidikan, maupun bisnis.
