SLEMAN, HarianBernas.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Yogyakarta, akan menggelar Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 di Taman Kuliner Condongcatur, Depok pada hari Jumat (27/5) sampai Minggu (29/5), Rabu (25/5).
Festival ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman Ke-100 yang bertema “Dengan Hari Jadi Ke-100 Kabupaten Sleman Kita Kedepankan Nilai-Nilai Budaya dalam Mewujudkan Masyarakat Sleman Sembada”
Harapannya, kegiatan ini memberikan sarana apresiasi dan hiburan bagi masyarakat secara umum sehingga mereka akan lebih mengenal, memahami, dan memiliki rasa “handarbeni” terhadap budaya lokal yang “adiluhung
“Festival ini diisi dengan tiga atraksi utama, yaitu Festival Kuliner Kangen Sleman, Festival Macapat Nusantara, dan Festival Ragam Budaya dalam satu kemasan,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Rabu.
Festival Kuliner Kangen Sleman akan menyajikan 40 stan kuliner di Taman Kuliner Condongcatur Depok, Sleman.
Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 ini juga menyediakan ruang ekspresi bagi seniman dan budayawan untuk tampil, yaitu ditampilkan berbagai kesenian seperti Jathilan, Tari Dayakan Topeng Ireng Simo Merapi, angklung Toi Lurik, Kethoprak Humor dari Dimas Diajeng Sleman 2016, dan Stand-Up Komedi 'nDeso Must Go On' dari Komunitas Anang Batas.
Sabtu (28/5) mulai pukul 10.00 WIB dipentaskan Pertunjukan Seni Anak-Anak oleh Dimas Diajeng Cilik Sleman, Gejog Lesung, Perkusi Angklung, Band dari Fakultas Geografi UGM dan Paksi Raras Alit Band, Keroncong Langen Gita dari Kalasan, dan Sajian Musik Etnis.
Di Festival Macapat Nusantara akan dilaksanakan pada Sabtu (28/5) pukul 19.30 hingga 22.00 WIB di Taman Kuliner Condongcatur Depok Sleman dengan peserta yang berasal dari perwakilan Provinsi Bali, Lombok, Kabupaten Mojokerto, Kota Cirebon, Kabupaten Banyumas, dan DIY.
Sedangkan, Festival Ragam Budaya akan dilangsungkan Minggu (29/5) pukul 09.00 hingga 22.30 WIB di dua panggung.
“Festival Ragam Budaya ini menampilkan potensi ragam budaya dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman, yang terdiri dari seni kerakyatan, seni dolanan anak, seni langen carito, dan seni jathilan serta seni religius,” katanya.
Melalui apresiasi terhadap budaya lokal diharapkan akan menjadi filter terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari budaya asing akibat derasnya arus globalisasi dan kebebasan informasi. Dengan kata lain wahana ini dimaksudkan untuk melakukan upaya-upaya pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan terhadap seni dan budaya yang ada di Kabupaten Sleman, imbuh Ayu Laksmidewi.
