KULON PROGO, HarianBernas.com– Kelompok Tani Gendhingan Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mampu memproduksi jagung delapan kuintal jagung pipil kering setiap 1.000 meter persegi lahan, Rabu (26/5).
Sebelum menerapkan teknologi pertanian dan benih unggul, hasil produksi jagung setiap 1.000 meter persegi hanya 50 kilogram jagung pipil kering, tapi sekarang mencapai delapan kuintal.
Kelompok tani Gendhingan menanam jagung di lahan dengan luas 54 hektare, yaitu terdiri dari lahan sawah 21 hektare, tegalan 6,3 hektare,dan pekarangan 26,7 hektare, terang Ketua Kelompok Tani Gendhingan Desa Salamrejo Gito di Kulon Progo.
Gito menceritakan sebelum tahun 2008, setiap musim tanam, petani menyiapkan pupuk urea, SP3 dan phonska. Setelah ikut sekolah lapangan dan dibina penyuluh, petani hanya menyiapkan pupuk urea dan phonska. Produksinya akan meningkat lagi bila perawatan dan pemupukan dilakukan dengan sangat baik, terang Gito kepada tim penilai Lomba Tanaman Pangan Komoditas Jagung.
“Dulu petani belum tahu manfaat pupuk phonska sehingga tak dimanfaatkan secara optimal. Setelah tahu kandungan pupuk phonska, petani tinggalkan SP3,” imbuhnya.
Saat ini, harga jual jagung di tingkat petani termasuk tinggi Rp4.000 per kilogram untuk jagung pipil kering karena umumnya saat panen, harga jual jagung hanya Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg, bahkan, anjlok Rp1.800 per kg di petani.
“Kami selalu mengimbau kepada anggota kelompok tani agar menunda jual saat harga jatuh. Kalau membutuhkan uang, mereka dapat meminjam di koperasi simpan pinjam milik kelompok,” jelas Gito.
Udiyono, Koordinator tim juri dari Dinas Pertanian DIY mengungkapkan untuk mewujudkan swasembada pangan dalam rangka peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai, Dinas Pertanian (Distan) DIY menggelar berbagai lomba, salah satunya lomba tanaman pangan.
Melalui lomba tanaman pangan ini, tak hanya penilaian, tapi juga ada pembinaan. Selain itu, ada sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kelompok tani agar mendukung peningkatan dan kesejahteraan kelompok,” terang Udiyono.
