HarianBernas.com– Sebelum sesi balapan dimulai, Rio Haryanto sempat menyatakan kekecewaannya terhadap performa jet darat MRT05 miliknya. Menurut Rio, mobil bermesin Mercedes ini terus menurun kemampuannya semenjak latihan bebas pertama sampai babak kualifikasi.
Saat safety car keluar, di seri GP China, Minggu lalu, Rio Haryanto sempat berada di urutan ke delapan, tapi jet darat MRT05 yang dikemudikan Rio Haryanto tampak sulit mengimbangi mobil-mobil F1 pembalap lain yang begitu mudah menyalip Rio.
M Wahab S, pengamat F1 dalam forum diskusi bersama Pertamina menyatakan Indonesia beruntung memiliki Rio Haryanto yang memiliki bakat luar biasa dalam forum diskusi dengan Pertamina (19/4)
Menurut Wahab, saat ini Rio masih dalam proses adaptasi dan pembelajaran karena balapan pertama di F1. Karena dunia balap yang sebelumnya dilakoni sangat berbeda, Rio masih butuh waktu untuk belajar.
Pengamat F1 ini meyakini Rio dan tim Manor saat ini sama-sama sedang dalam masa beradaptasi. Rio dengan mobil F1, sedangkan Manor Racing terus mengembangkan mesin Mercedes-Benz-nya yang tahun ini baru dipakai.
Menangapi komentar-komentar sinis mengenai tim Manor Racing, Wahab mengatakan Manor Racing adalah tim papan bawah yang sedang mengembangkan diri dari tim Manor yang lalu, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan.
“Hampir semua pebalap papan atas saat ini memulai karir dari bawah, termasuk timnya saat itu. Contoh Sebastian Vettel dan Fernando Alonso yang dulu pernah di Minardi, seperti apa yang dilakukan Rio saat ini dengan Manor tidak salah,” ucap Wahab.
Manor sendiri memiliki orang-orang hebat yang cukup berpengalaman, misal ahli aerodinamika Nikolas Tombasis, Pat Fry Chief Engineer yang dulu lama di McLaren, serta Race Director Dave Ryan. Karena ketiganya baru bergabung tahun ini, memerlukan adaptasi apalagi mesin Mercedes yang dipakai Rio adalah mesin yang membuat tim Mercedes meraih gelar juara dalam dua tahun terakhir.
“Ketiganya baru bergabung tahun ini, pengembangan butuh berbagai tahapan bagaimana mobil bisa balance seperti berat dan rem. Manor saat ini masih mencari weight balance yang pas. Lalu tahap selanjutnya tikungan, kemudian kombinasi kecepatan. Jika semua paket mobil sudah terpenuhi di saat itulah peran pembalap diuji, kemudian yang terakhir barulah strategi tim,” papar Wahab.
Sebagai manajer Rio, Piers Hunnisett, menerima baik hasil balapan pebalap kelahiran Solo di GP China. Namun, menurut Piers masih perlu banyak ditingkatkan pada seri-seri balapan berikutnya. “Balapan di GP China bagus,” komentar Piers. “Namun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi.”
Mengenai performa mobil F1 MRT05, Manajer Rio ini menyadari dengan apa yang Tim Manor sudah duga sebelumnya. Namun, Tim Manor tidak akan menyerah begitu saja. “Dari sini, kami masih melihat peluang untuk terus mengembangkannya,” tegas pria kelahiran 21 November ini.
“Buat saya Indonesia beruntung memiliki Rio Haryanto, belum tentu dalam 20 tahun ke depan akan ada pemuda lagi seperti Rio,” ucap bangganya.
