Bernas.id– Rencana pembukaan penerbangan internasional langsung Guangzhou, China, menuju Palu pada 6 Juli 2026 disambut dengan kesiapan penuh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu. Kehadiran rute tersebut dinilai akan membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata, investasi, dan konektivitas Sulawesi Tengah dengan dunia internasional.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Muhammad Akmal mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu surat resmi dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mutiara Sis Al-Jufri terkait operasional penerbangan internasional tersebut.
Menurut Akmal, setelah surat diterima, Imigrasi Palu akan segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, khususnya Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi, untuk mengaktifkan pelayanan pemeriksaan keimigrasian di bandara.
“Kami sudah siap. Tinggal menunggu surat resmi dan dibukanya penerbangan internasional dari Guangzhou ke Palu,” ujar Akmal, Selasa (3/6/2026).
Ia menjelaskan seluruh petugas keimigrasian telah dipersiapkan untuk melayani kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional. Selain itu, fasilitas pendukung seperti area pemeriksaan imigrasi, perangkat server, dan sistem pendukung lainnya juga telah disiapkan oleh pihak bandara.
Akmal menilai pembukaan jalur internasional tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Tengah. Selama ini, sejumlah destinasi wisata alam di daerah tersebut dinilai memiliki daya tarik tinggi, tetapi belum banyak dikenal wisatawan asing.
Menurut dia, wisatawan yang datang dari China maupun negara lain berpeluang mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Tengah, mulai dari kawasan pesisir Donggala hingga objek wisata alam di Tolitoli dan sejumlah kabupaten lainnya.
“Potensi wisata Sulawesi Tengah sangat besar. Banyak lokasi yang indah, tetapi belum banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” kata Akmal.
Selain sektor pariwisata, rute Guangzhou-Palu juga diperkirakan akan mendukung aktivitas investasi di Sulawesi Tengah. Akmal mengatakan tenaga kerja asing dan investor yang bekerja di kawasan industri Morowali maupun Banggai berpeluang memanfaatkan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sebagai pintu masuk utama ke daerah tersebut.
Dengan adanya penerbangan langsung dari China, perjalanan menuju kawasan industri dinilai akan menjadi lebih efisien dibandingkan harus melalui sejumlah kota transit.
Di sisi lain, pembukaan jalur internasional juga diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat Sulawesi Tengah ke luar negeri. Akmal menyebut sebagian besar pemohon paspor di wilayah kerjanya menggunakan dokumen tersebut untuk keperluan ibadah umrah dan perjalanan wisata.
Ia bahkan melihat peluang pengembangan penerbangan umrah langsung dari Palu menuju Arab Saudi apabila mendapat dukungan pemerintah daerah serta persetujuan dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
Menurut Akmal, posisi geografis Sulawesi Tengah yang berbatasan dengan Sulawesi Barat dapat menjadi keuntungan tersendiri. Calon jemaah umrah dari wilayah sekitar berpotensi memilih berangkat melalui Palu karena jaraknya lebih dekat dibandingkan menuju Makassar.
“Jika penerbangan umrah langsung bisa diwujudkan, tentu akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Sulawesi Tengah maupun daerah sekitar,” ujarnya.
Akmal menambahkan keberhasilan pengembangan penerbangan internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan bandara dan instansi terkait, tetapi juga dukungan pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas pariwisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan asing.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan hibah perangkat elektronik dan server untuk menunjang operasional keimigrasian di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri.
Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan bandara sebagai pintu gerbang internasional baru di kawasan timur Indonesia.
Pembukaan kembali penerbangan internasional Guangzhou-Palu diharapkan menjadi momentum bagi Sulawesi Tengah untuk memperluas akses global, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.
