HarianBernas.com – Mengawali karir, ingatan kembali pada masa tiga puluh enam tahun silam Hilda Sabri Sulistyo dulunya adalah seorang jurnalis. Mengawali karir dan mengakhirinya secara resmi dengan embel-embel ‘pensiun’ sebagai senior jurnalis di Harian Bisnis Indonesia, Jakarta. Sebuah harian ekonomi terkemuka di negeri ini yang dalam perjalanan eksistensinya selama 30 tahun masih menjadi mitra bisnis terpecaya dikalangan pengusaha.
Ia sudah berkecimpung di dunia pers sejak duduk dikelas tiga SMA 6 Negeri, Jakarta Selatan. Setelah aktif menulis puisi dan membuat tulisan cerita anak-anak untuk Majalah Bobo, tawaran datang untuk mengisi Koran KOMA (Koran Remaja) yang menjadi sisipan majalah HAI terbitan Gramedia.
Tawaran menjadi reporter di media itu datang dari teman-temannya di Gelanggang Remaja Bulungan, tempat ia belajar menggambar di Sanggar Garajas dan berlatih teater di Teater Gombong di tahun 1979 berguru pada Tubagus Djody Rawayan Antawijaya yang sekarang menjadi pejabat pajak serta almarhum AGS Arya Dwipayana, seniman dan budayawan.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Hilda menjelaskan tugas liputan pertamanya datang dari Ardus M Sawega, wartawan Kompas yang ditugasi membina KOMA dan ia berangkat wawancara ke Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat tulisan mengenai inseminasi buatan untuk hewan ternak. Pacarnya yang hobi photografi, Sulistyo Nugroho yang kemudian menjadi soulmate dan suami tercinta bertugas memotret. Namun, suaminya wafat pada tahun 2004, sehingga 11 tahun terakhir ini ia menjadi ibu tunggal dari tiga anak.
“Secara akademisi saya tidak punya nilai-nilai super di bangku kuliah. Biasa saja tapi saya fokus dan tidak berhenti belajar di berbagai komunitas. Saya percaya kalau urusan ibadah saya utamakan maka urusan dunia saya juga dijamin Allah SWT selama kita selalu proaktif dan out of the box,” katanya kepada harianbernas.com.
Sejak itu sambil kuliah di Institute Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa Perancis, di kampus Rawamangun, ia mulai menjadi reporter dan bekerja sambilan juga untuk majalah Kepolisian Spionase di gedung IPPHOS, kawasan Jl. Hayam Wuruk, Jakarta. Setelah itu sempat bergabung selama setahun di Majalah Dewi, milik Femina Group sebelum akhirnya menikah.
Setelah menerima ijazah dan diwisuda sebagai sarjana strata satu, bulan Agustus 1985 ia mulai bergabung sebagai wartawan Harian Bisnis Indonesia. Sejak itu sudah tidak terhitung lagi berapa banyak liputan di dalam dan luar negeri. Namun, setelah masuk masa pensiun, ia kebingungan karena tidak ada liputan di lapangan, tidak ada undangan dan aktivitas lainnya sehingga sempat vakum selama dua bulan sambil merintis bisnis franchise kuliner Mie Ayam Grobak dan Siomay dan Cuan kie Aisha.
Dalam perjalanan waktu, narasumber para pengusaha, pejabat maupun para tokoh masyarakat tidak lagi berupaya akrab bahkan sekedar menyapa di ujung telpon, perusahaan public relations, corporate secretary, kalangan humas yang biasanya memburu untuk menghadiri berbagai liputan baik lewat telepon dan email juga mengabaikan hubungan silaturahim yang sudah terjalin selama hampir 30 tahun.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Hilda tak berhenti sampai di situ, ia juga membuat buku mengenai filosofi dan manfaat latihan golf, buku komunitas melaksanakan haji, buku wartawan senior PWI pusat, buku bersama dengan komunitas Billioner Mindset (akan launching). Ia juga menamakan rumahnya “Hilda Holistic House” karena setiap minggu menyelenggarakan pengajian, self healing dan senam rutin Perkasa Art Wellness. Ia mencoba membantu teman dan tetangga untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan dan sifatnya gratis.
Dua bulan vakum pasca pensiun, akhirnya ia memutuskan pindah kwadran dari seorang karyawan menjadi pengusaha website. Sektor Pariwisata yang sudah menjadi passion-nya sejak SMP akhirnya diwujudkan dengan lahirnya www.bisniswisata.co.id yang diresmikan oleh Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar di era Kabinet Indonesia Bersatu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Di dukung 12 personil terdiri dari Lusi Efriani Kiroyan (Batam), Fitri Ismail (Aceh), Dwi Yani (Bali), Koko Sujatmiko (Pemred), Tri Wibowo (Kordinator Liputan), Endy Marcapada (chief Admin), Budi Harmanto (chief IT) Ekasanti Elisa (Account Executive), Yeffi Rahmawati (reporter), Syamsudin N Munadi (reporter), Hilda Sabri Sulistyo (repoter/business owner) dan Rita Sri Hastuti sebagai advisor, perjalanan usaha ini belum semanis madu. Sementara operational dan fix cost terus berjalan, pemasukan keuangan belum bekerja dengan lancar.
Tantangan terberat 'pindah kuadran' adalah menghasilkan ide-ide kreatif untuk bisa menghasilkan pemasukan uang dan membayar gaji karyawan dan biaya operasional. Sementara itu ‘memimpin’ teman-teman sendiri untuk melewati masa perjuangan agar portal berita wisata ini tetap eksis juga bukan hal yang mudah.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Ide mendirikan portal online bisniswisata.co.id didasari oleh keyakinan bahwa potensi industri wisata Indonesia sangat tinggi, ditambah lagi dengan ketertarikan pada wisata yang sudah muncul sejak lama. Setelah masa pensiun dari sebuah media besar, ingin meneruskan sisa ide kreatif di bidang jurnalistik melalui media online karena perkembangan media ke depan menggunakan teknologi digital (online) sehingga media konvensional (surat kabar dan majalah) juga akan beralih ke media online.
Berhubung sejak terjun menjadi wartawan pada tahun 1985 sudah tertarik menekuni bidang pariwisata maka hal pertama yang dilakukan adalah riset untuk melihat seberapa banyak portal yang mengkhususkan kontennya pada berita wisata.
Hasilnya sudah banyak yang menggarap portal pariwisata tetapi rata-rata hanya fokus pada travelling dan kuliner. Sementara kegiatan pariwisata bukan hanya jalan-jalan dan makan-makan saja. Hilda yakin industri wisata merupakan bisnis dengan multiplier effect yang besar dan memberikan manfaat ekonomi langsung pada masyarakat. Ada bisnis usaha perjalanan, ada bisnis akomodasi, bisnis kuliner dan lainnya maka ditetapkanlah nama bisniswisata.co.id sebagai brand pada 13 Mei 2013.
Portal berita www.bisniswisata.co.id didirikan oleh sejumlah wartawan senior yang memiliki komitmen tinggi pada pengembangan pariwisata di tanah air sejak tahun 1980-an. Hadir untuk menjembatani kalangan industri pariwisata, pemerintah dan masyarakat dengan visi untuk menjadi portal berita wisata utama yang menggerakkan masyarakat mencintai tanah airnya.
Kini dengan konsep citizen journalism dalam portal berita wisata ini anggota masyarakat dapat mewartakan peristiwa wisata, seni dan budaya, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan dan foto.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
