HarianBernas.com – Nama Abu Sayyaf begitu sering terdengar di media masa dan cetak saat ini. Uniknya, banyak orang mengira Abu Sayyaf ini nama orang. Rupanya, Abu Sayyaf merupakan nama kelompok.
Cerita singkat hingga terbentuk kelompok Abu Sayyaf, diawali dari seorang anggota “Moro National Liberation Front” (MNLF) bernama Abdurrajak Janjalani yang mengkritik keras kepemimpinan Nur Misuari di MNLF. Dia tidak setuju atas langkah MNLF yang mau berunding dengan Pemerintah Filipina.
Dengan kekecewaannya, Abdurrajak Janjalani terbang ke Libya. Setelah lima tahun, ia kembali ke Basilan dan menjadi pendakwah karismatik yang menggagas pendirian negara Islam di Mindanao, Filipina Selatan. Organisasinya itulah yang disebut kelompok Abu Sayyaf.
Kelompok Abu Sayyaf juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyyah. Kelompok ini terdiri dari milisi Islam berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina.
Jejak Rekam Kejahatan Kelompok Abu Sayyaf
Pada tahun 2000, kelompok Abu Sayyaf menculik 21 sandera, yaitu para wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah, serta pekerja resort Malaysia.
Tahun 2003, enam orang asing diculik oleh 10 bajak laut Moro.
Pada 2004, dua warga Serawak dan seorang WNI diculik kelompok berbasis Abu Sayyaf.
Lalu, pada 2005, lima warga Filipina menculik tiga orang WNI.
Pada tahun 2010, sekumpulan kru kapal nelayan ditangkap kelompok bersenjata Filipina ketika perahu mereka tersesat ke perairan dekat Pulau Boan Filipina.
Tahun 2011, sepuluh warga Filipina bersenjata menculik seorang pengusaha Malaysia.
Pada November 2013, tersangka militan Abu Sayyaf menewaskan seorang warga Taiwan di Pulau Pom Pom, Filipina.
Tahun 2014, seorang turis China dan warga Filipina diculik dari Singamata Adventures Reef and Resort, Semporna.
Terakhir, pada Maret 2016, kelompok Abu Sayyaf menyandera 10 WNI, pekerja milik perusahaan tambang dari Banjarmasin.
