JOGJA, HarianBernas.com — Pembangunan kantong parkir portabel Abu Bakar Ali (ABA) senilai Rp22 miliar tuntas akhir tahun ini sehingga awal 2016 sisi timur Malioboro harus steril parkir. Mayoritas juru parkir (jukir) masih berkeinginan untuk tetap berada di sisi timur Malioboro. Dari segi penghasilan, mereka mengaku lebih diuntungkan dibandingkan harus berpindah ke kantong portabel ABA. Bahkan, sejumlah juru parkir mengaku sejauh ini belum ada sosialisasi akan segera pindah.
?Belum ada sosialisasi, tapi saya tetap ingin di sini untuk parkir Malioboro karena lebih mudah untuk pengunjung. Lebih baik ABA menjadi lokasi parkir jika sisi timur Malioboro sudah penuh,? kata Edy, salah satu jukir Malioboro, Jumat (15/1) kemarin.
Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Syarif Teguh Prabowo mengakui, masih ada beberapa pengelola parkir yang belum bersedia direlokasi. Namun, mayoritas sudah memahami adanya desain revitalisasi Malioboro, di mana kawasan tersebut sebagai pedestrian dan terkait dengan animo pengunjung Malioboro yang semakin tahun bertambah untuk menghindari kemacetan dan kenyamanan pengunjung dalam berwisata. Syarif mengatakan, pengelola parkir yang terdata ada 98 orang, namun dari jumlah tersebut masing-masing memiliki jukir 2-3 orang.
Selama ini jukir mempunyai surat tugas untuk mengatur parkir timur Malioboro kemudian membeli karcis parkir ke UPT Malioboro sebagai retribusi. Total target setor ke pemerintah sebesar 2,4 milyar/tahun dan 75% untuk jukir sebesar 1,4 juta/bulan, kemudian Rp800.000/bulan untuk Pemkot Yogyakarta.
Pengelola parkir Malioboro juga dibagi menjadi 3 instansi. UPT Malioboro mencakup wilayah parkir dari Hotel Ina Garuda sampai Pasar Beringharjo. Wilayah parkir dari Pasar Beringharjo sampai Nol Kilometer oleh Dinas Pasar dan wilayah parkir sekitaran Kantor Pos oleh Dinas Pehubungan.
?Nantinya perpindahan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan triwulan pertama 2016 selesai,? ujarnya. Saat ini masih terus melakukan pertemuan dengan sejumlah pengelola parkir Malioboro terkait rencana relokasi ke ABA. Pengelolaan parkir ABA nantinya akan diserahkan ke pengelola parkir Malioboro. Pengelola parkir dibebaskan untuk mengatur sendiri dengan melakukan pengavelingan.
?Pemkot juga akan memfasilitasi pengelola parkir untuk membentuk koperasi di lokasi ABA,? tambahnya. Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM), Muhammad Mansyur mengatakan, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta akan merelokasi parkir di sepanjang sisi timur Malioboro pada awal 2016 secara bertahap.
Lokasi parkir ABA mampu menampung 36 bus di lantai dasar, lantai II dan III menampung 2.800 kendaraan roda dua. Selain itu, parkir ABA juga akan dilengkapi 76 lapak di lantai dasar dan 68 lapak di lantai atas. Lapak tersebut diperuntukkan pengelola parkir.
