BERNAS.ID – Korea Utara (Korut) mengancam meratakan Korea Selatan (Korsel) dengan senjata nuklir. Korsel pun mulai membujuk Korut dengan bantuan berskala besar.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol mulai menyiapkan tawaran untuk membujuk agar Korut tidak menyerang negaranya. Dilaporkan, Korsel telah menyiapkan bantuan berskala besar agar Korut menghentikan program nuklirnya.
Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir
AFP melaporkan tawaran yang disiapkan Seoul, yaitu bantuan pangan dan energi untuk modernisasi infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, dan rumah sakit. “Inisiatif berani ini yang saya bayangkan akan secara signifikan mendongkrak ekonomi Korea Utara dan mata pencaharian rakyatnya secara bertahap jika Korut menghentikan program nuklirnya dan mulai memproses denuklirisasi secara subtantif,” tutur Yoon.
Diketahui, sejak tahun 2017, Korut gencar melakukan uji coba persenjataan mereka termasuk rudal balistik jarak jauh berhulu nuklir antarbenua. Bahkan, Kim pernah mengatakan siap perang nuklir dengan AS dan mengancam meratakan Korsel.
Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina
Terkait tawaran bantuan tersebut, sejumlah analis meyakini Korut tidak akan menerima secara terbuka tawaran dari Korsel. Sangat kecil kemungkinan.
Media pemerintah KCNA pernah melaporkan, Kim pernah memperingatkan Pemerintah Korsel di bawah Presiden Yoon Suk-yeol bahwa setiap upaya untuk melumpuhkan Korut akan mendapat respons keras dan pemusnahan.
“Saya sekali lagi menegaskan bahwa Korea Utara sepenuhnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Amerika Serikat,” kata Kim Jong-un di peringatan 69 tahun angkatan perang Korut pada 27 Juli lalu.
Peringatan itu secara teknis masih menandai bahwa Korut dan Korea Selatan masih dalam masa peperangan. (jat)
