BOYOLALI, BERNAS.ID – Sejak Gunung Merapi dinaikan status dari Waspada atau Level II menjadi Siaga atau Level III, pada Kamis (5/11/2020) lalu, berbagai aktivitas masyarakat terus dilakukan dalam kewaspadaan. Aktivitas Gunung Merapi yang mulai meningkat, masyarakat yang menjadi kelompok rentan diminta untuk mengungsi.
Pengungsi di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi yaitu beberapa dusun di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo diungsikan ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) di desa setempat. Sebanyak 233 kelompok rentan dan 120 anak anak mulai diungsikan di TPPS yang dibuatĀ dengan sistem sekat berukuran 2 x 2 meter.
“Ada 31 bilik yang nanti kita siapkan, terutama untuk lansia. Kalau per biliknya nanti ada empat orang,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tlogolele, Naigen Achta Nur Edi Saputra, Rabu (11/11/2020).
Sementara untuk anak-anak, pihaknya menyiapkan rumah masyarakat di RT 01 di Dukuh Stabelan. Sementara itu, untuk ibu hamil akan diungsikan ke RT 04 Dukuh Tlogolele.
“Supaya nanti tidak menjadi satu antara balita, ibu hamil dan lansia,” terangnya.
Desa Tlogolele memiliki tiga dusun yang berjarak kurang dari lima kilometer dari puncak Gunung Merapi. Ketiga dusun tersebut yakni Dusun Stabelan, Takeran dan Belang.
Sementar itu, Nanik salah satu warga Desa Tlogolele mengungkapkan, dia dan anaknya yang berusia satu tahun mengungsi karena perubahan status Gunung Merapi. Dia telah menyiapkan sejumlah surat berharga miliknya apabila Gunung Merapi kembali aktif.
“Takut kena bencana Merapi. KK (Kartu Keluarga), KTP (Kartu Tanda Penduduk) sama hal-hal yang penting, saya amankan,” katanya. (*/cdr)
