YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sejak 1 Januari 2023 lalu warga Kota Yogyakarta telah memulai gerakan zero sampah anorganik dengan pemilahan sampah dari rumah tangga, di mana sampah anorganik kemudian dikumpulkan ke bank sampah di lingkungan setempat. Pemkot Yogyakarta mengklaim upaya ini telah mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPST Piyungan sebesar 52 ton per hari.
Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya menerangkan, gerakan dengan pemilahan sampah dari level keluarga ini cukup efektif. Sejak Januari hingga akhir maret 2023, gerakan ini telah menurunkan jumlah sampah ke TPST Piyungan secara signifikan. “Penurunan sebanyak 52 ton [per hari],” ujar dia, Rabu (12/4/2023).
Baca juga: Warga Banyakan Melakukan Demo Minta Agar TPST Piyungan Ditutup Permanen
Pihaknya menargetkan, jumlah ini terus bertambah. Target di akhir 2023 penurunan sampah ke Piyungan mampu mencapai 100 ton per hari.
Baca juga: Pembebasan Lahan TPST Piyungan Ditargetkan Selesai Tahun Ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto menambahkan, menurut data 2022, Kota Jogja rata-rata membuang 260 ton sampah per hari ke TPST Piyungan dengan 40 persen adalah sampah anorganik. Hingga awal Februari 2023, volume sampah sudah berkurang sekitar 35 ton per hari, meningkat dibanding pengurangan sampah pada pertengahan Januari sekitar 17 ton per hari.
“Penguatan edukasi terkait pemilahan sampah tetap harus dilakukan agar masyarakat memiliki budaya memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata dia. (den)
