Bernas.id ? Siapa yang belum kenal dengan Kang Dewa Eka Prayoga yang sering disebut sebagai Dewa Selling. Di usianya yang masih muda telah berhasil membantu jutaan orang untuk berjualan online, di samping kesuksesan bisnis pribadinya. Memiliki usaha di bidang skincare dan juga makanan ringan yang reseller-nya tersebar di mana-mana. Melalui platform yang dibuatnya yaitu Belanja.id, Kang Dewa ingin membantu para pengusaha pemula yang ingin go online memasarkan produknya.
Pandemi Covid-19 ini telah mengubah perilaku pasar dari sebelumnya secara konvensional menjadi pasar online. Hal utama yang diperlukan untuk go online yaitu teori digital marketing. Menurut Kang Dewa, 10 fakta pemasaran online di antaranya karena digital marketing itu murah, mudah, tertarget, luas, fleksibel, terukur, efektif, trend, kebutuhan serta scalable. Kelebihan itulah yang menjadikan bisnis online kian marak. Bisnis online juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi pasca pandemi. Bagaimana strateginya?
Kang Dewa memberikan solusi yang bisa diterapkan oleh pembisnis di tengah krisis akibat pandemi.
- Membuat Financial Projection. Yaitu dengan membuat rancangan anggaran finansial dalam awal bisnis. Secara umum memberi gambaran tentang sirkulasi keuangan sebuah perusahaan, termasuk juga prediksi pengeluaran perusahaan, anggaran modal dan segala bentuk pengeluaran keuangan yang akan dilakukan oleh perusahaan.
- Menaikkan Omzet Secara Vertikal. Dalam sebuah bisnis, terutama bisnis online ada namanya horizontal sells dan vertical sells. Horizontal sells yaitu strategi untuk menambah customer. Sementara vertical sells adalah memanfaatkan customer lama agar kembali membeli produk tersebut dan memungkinkan memberikan rekomendasi pada orang lain. Vertical sells dinilai lebih efektif daripada horizontal sells dengan cara membagun database.
- Menekan Cost Sehemat-hematnya. Di saat krisis ini wajib dilakukan agar keuangan perusahaan tetap terkendali.
- Menagih Piutang yang Masih Di Luar
- Jangan Menambah Inventory Produk. Lebih fokus pada produk yang telah ada akan lebih baik mengembangkan market-nya.
- Hindari Utang. Sekrisis apapun kondisinya. Karena utang bukan jalan keluar.
Menurut Kang Dewa masalah terbesar saat orang terjun dalam bisnis online adalah gaptek atau gagap teknologi. Sebelum mengatasi teksis dalam bisnis, sebaiknya mengatasi nonteknisnya. ?Sebelum mengembangkan skill, yang perlu diubah seseorang adalah beliefs, value, dan juga identity,? ungkap Kang Dewa. Ubah mindset jika Anda tidak bisa, menjadi bisa. Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Setelah mengubah nonteknis, barulah teknis berbisnis bisa dikembangkan.
3 Fokus utama yang harus dilakukan oleh pembisnis agar jualannnya laris manis di tengah krisis menurut Kang Dewa yaitu:
1. Content Marketing
Ini sangat penting. Jika belum mampu membayar untuk pembuatan iklan, membuat konten adalah cara yang tepat. Membuat konten bisa melalui platform-platform dan sosial media. Jangan terfokus dengan hard selling karena akan membuat calon customer bosan.
2. List Building
Buatlah database untuk customer. Database itu sangat berguna nantinya sebagai market bisnis Anda. Dan inilah yang disebut vertical sells.
3. Funneling
Memberikan kemudahan akses ketika orang mencari suatu produk, dan saat masuk di market Anda berikan link yang langsung bisa terhubung dengan pihak penjual.
Jangan bosan membuat konten di sosial media atau pun platform lainnya. Karena dari konten yang Anda buat, akan menarik orang untuk membeli produk Anda. Tetap konsisten membuat konten agar jualan Anda laris manis.
