SLEMAN, BERNAS.ID- Peran kaum muda dalam kontestasi politik Pemilu 2024 memegang peranan penting, terutama di tengah situasi perpolitikan yang dinamis jelang Pemilu 2024. Kaum muda perlu diberikan pilihan yang rasional agar pemilu berjalan netral dan bebas intervensi seperti politik uang.
Baca Juga Lurah Maguwoharjo Menjadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa
Calon Anggota DPD RI termuda, RA Yashinta Sekarwangi Mega mengatakan kaum muda jangan menjadi generasi yang apatis dalam politik. Menurutnya, kaum muda harus melek politik dan memiliki kemauan untuk mengubah bangsa ke arah yang lebih baik lagi.
“Kalau kita apatis terhadap politik, nanti ketika kita kecewa dengan kebijakan yang dibuat yang bukan kita usung, lalu siapa yang akan mempertanggungjawabkan nasib kita? Dari situ saya selalu mendorong teman-teman milenial untuk bergerak ke TPS. Dengan menyumbang satu suara, kita bisa menentukan arah politik sekarang mau kemana,” terang Yashinta Sekarwangi Mega dalam diskusi bertema ‘Berlari Merayakan Nasionalisme’, Jumat malam (11/11).
Lanjut tambahnya, kaum muda jangan hanya menjadi penonton dan obyek politik dalam pemilu mendatang. Namun, menjadi generasi muda yang bisa menjadi subyek untuk mengubah bangsa ini.
Menurutnya, pemilu menjadi kesempatan emas bagi kaum muda untuk berbicara banyak dan mengembangkan seluruh potensinya dalam berpolitik apalagi bonus demografi memberikan ruang dan kesempatan bagi kaum muda untuk mengambil peran lebih.
“Yang perlu diingat, kita tidak boleh hanya dijadikan kendaraan untuk meraih kekuasaan saja. Namun, kita juga ikut turut untuk memastikan bahwa proses ini betul-betul berpihak kepada kita,”ucap Yashinta.
Yashinta Sekarwangi Mega mengakui kekuatan suara kaum muda ini sangat berpegaruh besar, tapi sikap rasionalitas harus tetap dikedepankan. Ia memberikan saran kaum muda jangan hanya melihat calon dari nama maupun latar belakangnya saja. Namun, melihat program-program yang diusung harus mampun berpihak kepada kaum milenial.
“Suara anak muda sangat signifikan dalam pemilu mendatang, itu tidak dapat dipungkiri. Namun pemilih muda harus rasional, jangan terpengaruh pada gimik-gimik yang bermain secara emosi,” ucap Yashinta.
Budayawan Jogja, Butet Kertaradjasa turut mengingatkan kaum muda agar tidak instan dalam merain cita-cita. Namun, pencapaian membutuhkan proses maka akan terbentuk kualitas diri seseorang yang sebenarnya.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
“Cintailah pekerjaanmu, cintailah apa yang kamu lakukam. Jangan patah arang arang dengan apa yang kamu cintai. Jadilah anak muda yang berdiri di kaki sendiri, jadilah berdikari,” katanya.
Sementara itu, calon anggota DPR RI, Yayuk Basuki merasa masyarakat saat ini cukup dibuat bingung dengan dinamika politik belakangan. Padahal, keinginan masyarakat cukup sederhana saja, yaitu ingin memiliki pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyat.
“Dengan perkembangan media, seiring seperti itu mereka makin bertanya kok demokrasi tak berkembang lagi. Ini yang saya khawatirkan. Masyarakat inginnya aman, tidak dibikin bingung, bisa makan, sandang pangan dan perekonomian lancar,” tukasnya. (Jat)
