Bernas.id – Dalam memberikan sebuah pembelajaran, tentu guru perlu memberikan asesmen untuk melihat sejauh mana murid telah memahami pelajaran. Serta, murid perlu paham juga tantangan apa yang ingin dipilihnya untuk mengembangkan kompetensinya. Asesmen formatif di masa sebelum pandemi biasanya hanya berupa tes tertulis yang dikerjakan murid di atas kertas.
Di masa pandemi ini, maka kebanyakan guru hanya memindahkan tes tertulis tersebut ke formulir digital yang membuat murid malas mengerjakan. Untuk membuat murid tetap bersemangat dalam belajar, ada tiga aplikasi yang bisa digunakan guru untuk membuat asesmen formatif yang menarik.
Quizziz
Yang pertama adalah Quizziz, di mana guru bisa membuat tampilan kuis menjadi lebih menyenangkan. Dapat diakses tanpa bayar, Quizziz bisa dimanfaatkan oleh guru dalam membuat asesmen formatif, namun dengan ada tambahan iklan dalam tampilannya. Tidak hanya untuk asesmen, guru bisa membuat berbagai aktivitas dalam Quizziz dan membagi murid dalam tim atau mengerjakan bersama satu kelas. Kekurangan dari Quizziz adalah di pemberian umpan balik yang tidak tersedia setelah Quizziz selesai ditayangkan.
Kahoot!
Kahoot! merupakan aplikasi kedua yang paling digemari oleh guru-guru untuk membuat murid menjadi lebih tertarik dalam belajar. Tampilan Kahoot! yang seperti bermain menarik perhatian murid, ditambah tampilannya yang penuh warna-warni. Pemberian skor dan peringkat membuat murid merasa senang melihat pencapaiannya, dan bisa memberikan penilaian mandiri atas kompetensi yang telah diraihnya. Kekurangan dari Kahoot! terletak pada ketidakhadiran fitur memberikan umpan balik pada murid, serta percakapan bermakna yang tidak bisa difasilitasi.
Pear Deck
Aplikasi yang ketiga ini merupakan aplikasi ekstensi dari Google Chrome dan terintegrasi dengan Google Slide, yaitu Pear Deck. Belum banyak guru yang paham tentang kegunaan aplikasi ini karena guru harus memahami dan terbiasa memakai Google Slide sebelumnya. Dalam Pear Deck, guru dapat membuat berbagai bentuk pertanyaan yang interaktif bagi murid, dengan penataan tampilan yang menarik untuk dilihat. Berbeda dengan kedua aplikasi sebelumnya yang hanya bisa meminta murid menjawab dengan menekan tombol tertentu, maka dengan Pear Deck guru bisa meminta respon murid dengan menggambar atau menggeser benda-benda yang terlihat di layar.
Tujuan utama dalam membuat asesmen formatif selama pembelajaran jarak jauh bukan hanya untuk guru mengetahui sejauh mana murid memahami pelajaran, tetapi juga untuk memotivasi murid sehingga mau belajar lagi. Bukan untuk menunjukkan kebodohan murid. (TAF)
