BERNAS.ID – Mendengar zero waste akan membuat kamu teringat akan penyu dengan hidung yang tersumbat sedotan. Padahal, hal semacam itu dapat dihindari dengan cukup mengubah beberapa gaya hidup sederhana.
Zero waste tak hanya memiliki manfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi hal lain dalam aspek kehidupan manusia. Apa saja manfaat tersebut? Cek di bawah ini.
1.Tidak ada bumi lain
Satu juta plastik dipakai setiap menitnya dan 50 persen adalah plastic sekali pakai. Plastik sekali pakai tersebut pada akhirnya akan terbuang ke tempat pembuangan akhir, sungai bahkan laut. Bila lingkungan sudah tercemar, plastik akan terurai menjadi mikro plastik yang bisa dimakan oleh hewan-hewan laut. Pada akhirnya, sampai di atas meja makan dan dimakan oleh manusia. Bila bumi rusak, lalu manusia akan tinggal di mana?
2.Belajar hal-hal baru
Dengan beralih ke gaya hidup yang lebih suistanable, manusia akan beralih utuk belajar banyak hal baru. Misalnya, mulai bercocok tanam, berkorban, mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Dengan belajar hal tersebut, akhirnya kita bisa menjaga ketahanan pangan hanya dengan bercocok tanam di pekarangan rumah. It?s a sircular activity
3.Hidup hemat
Dengan kesadaran akan membuat lebih fokus untuk membeli barang-barang yang memiliki value atau sesuai kebutuhan. Misalnya, membuat daftar belanja akan mengurangi membeli barang-barang berkemasan yang tidak begitu penting. Think before you buy
4.Lebih sehat
Ketika manusia mengurangi sampah, manusia tidak akan mengonsumsi barang-barang yang terkemas dalam sampah plastik. Misalnya, mi instan, minum botol plastik dan lain-lain. Otomatis manusia akan beralih ke makanan sehat seperti buah-buahan
5.Masa depan anak cucu
Dengan menjaga bumi berati menjaga kehidupan anak cucu di masa depan. Manusia kini tidak akan hidup sendiri, masih ada anak dan cucu yang hadir 50 atau 100 tahun ke depan. Rasanya tidak akan fair ketika bumi yang rusak beralih ke generasi berikutnya
6.Membangun rasa percaya diri
Ini adalah alasan sederhana yang jarang diketahui orang-orang. Dengan hidup minim sampah, manusia akan mencapai level baru untuk percaya diri dalam bekomunikasi. Misalnya, perlu keberanian untuk meminta izin, bertanya atau menjelaskan ke orang-orang mengenai bahaya plastik bagi lingkungan
