YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Parabrahman, adalah suatu bentuk Ketuhanan Agama Hindu yang secara harfiah berarti “Brahman Tertinggi”, atau Tuhan yang tidak dapat diuraikan dan terpikirkan.
Dalam susastra Hindu, Ia disebut sebagai roh yang tidak memiliki bentuk (dalam pemahaman bahwa Ia tidak mengandung maya/ilusi) yang melingkupi, meliputi, dan meresapi seluruh alam semesta, baik dalam dunia nyata maupun alam Astral/Gaib.
Parabrahman pada akhirnya menjadi nama sebuah Candi dan Orang Jawa melafalkannya menjadi Prambanan. Yang kemudian divisualkan oleh perupa Slamet Jumiarto dalam sebuah Karya Lukisan seri Candi : Parabrahman #02, dengan Media cat Acrylic diatas Canvas berukuran 100 X 100 Cm. Setelah sebelumnya Parabrahman #01 sudah terjual dan dikoleksi Kolektor dari Jakarta pada tahun 2019 lalu.
“Estetika keindahan karya yang tersaji melalui gaya Ekspressionisme dengan menggunakan tekhnik Impress sehingga dapat menunjukkan karakter dan emosional yang loosss..tanpa beban pelukis,” kata Slamet Jumiarto, Senin (24/8/2020) kepada Bernas.id.
Lukisan Parabrahman #02 karya Perupa Slamet Jumiarto ini akan turut serta dalam Pameran Seni Rupa Sewindu UUK DIY di Grahatama Pustaka Dinas Perpustakaan DIY, Jl.Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, DIY yang akan berlangsung selama sebulan mulai tanggal 31 Agustus hingga 30 September 2020.
Pameran Seni Rupa Sewindu UU Keistimewaan DIY diikuti pula oleh ratusan Perupa juga Pematung (3D) bernama Yusman. Adapun Pelukis yang ikut serta dalam Pameran Sewindu UU Keistimewaan DIY adalah : Affandi, Saptohoedojo, Titik Tino Sidin, Nasirun, Joko Pekik, Astuti Kusumo, Totok Buchori, Erica Hestu, Maria FP, Sukoco Hayat, Bas Andi Seno, Nur Azizah, Nugroho Hoho, Yamiek, Dewa Made Mustika, Bambang Herras, Ika Yuni, Ampun Sutrisno, Kuart, dan lainnya.
Selain mempunyai nilai mistis Parabrahman juga menceritakan sejarah religiusitas agama Hindu di Bumi Nusantara. Sehingga secara tidak langsung dapat menjadi dokumen/arsip dalam bentuk Seni Lukis.
“Mari silahkan hadir untuk mengapresiasi dan mengkoleksi karya-karya Perupa Nusantara. Salam NUSANTARA,” pungkasnya. (cdr)
