JAKARTA, BERNAS.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada Kamis (7/11/2024). Agenda rapat ini adalah Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025, yang mengalami kenaikan sebesar 6,97% dibandingkan perubahan APBD TA 2024.
Rancangan APBD 2025 yang diajukan mencapai Rp 91,14 triliun, naik dari APBD 2024 yang sebesar Rp 85,20 triliun. Dalam rapat tersebut, Sekda Joko membacakan pidato dari Pj. Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan, khususnya Badan Anggaran (Banggar), atas kesepakatan yang dicapai sehingga penandatanganan nota terkait Kebijakan Umum Anggaran dapat dilakukan,” kata Joko di ruang rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.
Baca Juga : Targetkan APBD DKI 2025 Rampung Sehari Setelah Pilkada, DPRD Siapkan Jadwal Padat
Dalam pidatonya, Joko menyoroti peningkatan pendapatan daerah yang akan bersumber dari beberapa sektor, termasuk pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah. “Kebijakan yang ditetapkan diarahkan pada upaya peningkatan pendapatan daerah dari sektor-sektor tersebut,” ungkap Joko.
APBD TA 2025 ini, lanjutnya, ditujukan untuk mendukung peran Jakarta sebagai kota bisnis global. Peningkatan kualitas layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur, menjadi prioritas utama. “Selain itu, kita juga ingin menciptakan ekosistem inklusif yang dapat meningkatkan daya saing industri, inovasi, dan inklusivitas kota,” ujarnya.
Baca Juga : Ditanya DPRD Jabar Soal APBD Turun Rp6 Triliun, Bey Machmudin Bilang Begini
Adapun alokasi anggaran untuk prioritas pembangunan di bidang pendidikan dan infrastruktur telah ditetapkan. Belanja untuk pendidikan mencapai Rp 20,55 triliun atau 24,96% dari total belanja, sementara infrastruktur dialokasikan sebesar Rp 36,30 triliun atau 44,30%. “Alokasi ini melampaui batas minimal belanja untuk pendidikan dan infrastruktur yang masing-masing ditetapkan sebesar 20% dan 40%,” jelasnya.
Belanja daerah 2025 secara keseluruhan direncanakan mencapai Rp 82,32 triliun, yang mencakup belanja operasi, belanja modal, dan belanja transfer. Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran dalam mendukung berbagai program prioritas, termasuk peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat. (DID)
