Bernas.id ? Setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Terdapat tiga macam perilaku berbicara membedakan cara seseorang dalam berkomunikasi, yaitu: perilaku agresif; perilaku pasif dan perilaku asertif.
Perilaku berbicara agresif adalah cara berbicara yang bersifat konfrontasi, keras, kasar. Si pembicara tidak tertarik akan apa yang dikatakan pendengar.
Perilaku pasif adalah kebalikan dari agresif. Si pembicara berusaha menyenangkan lawan bicara, cenderung berbicara secara halus, khawatir melakukan kesalahan.
Perilaku berbicara asertif adalah berbicara secara langsung, jujur, dan berorientasi pada tujuan, menggunakan kemampuan mendengar aktif. Perilaku asertif cenderung membina sesuatu dalam hubungan positif jangka panjang, saling menghormati dan saling memuaskan kepentingan lawan bicara.
Suatu kesalahan yang sering dilakukan saat proses komunikasi sedang berlangsung adalah tidak memerhatikan pesan dengan baik ketika orang lain sedang berbicara. Hal ini mengakibatkan komunikasi menjadi tidak efektif. Kesalahan ini terjadi hampir dialami oleh setiap orang terutama dalam kondisi tidak kondusif, misalnya karena suasana bising, kondisi lapar dan tidak sehat. Dampak dari tidak efektifnya komunikasi akan memunculkan banyak konsekuensi seperti; merasa kecewa, tidak dihargai, dan hubungan kurang harmonis.
Untuk membangun komunikasi yang efektif ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, berikut uraian singkatnya:
Kontak Mata
Hal pertama yang dilakukan seorang pembicara yang baik adalah menatap lawan bicara dan mengambil jeda untuk memulai sebuah pembicaraan. Ini merupakan salah satu cara yang membantu untuk menciptakan kesan baik pada lawan bicara. Usahakan mempertahankan kontak mata sepanjang pembicaraan, agar lawan bicara Anda tak merasa diabaikan.
Ekspresi Wajah
Wajah merupakan cermin kepribadian individual. Ekspresi wajah mengungkapkan pikiran yang sedang melintas pada diri seseorang. Sebagi contoh: sebuah senyum mengungkap keramah-tamahan dan kasih-sayang; mengangkat alis mata menunjukan ekpresi heran. Semua emosi dan berbagai macam tingkah manusia diekspresikan dalam emosi yang berbeda yang tergambar di wajah. Jadi saat melakukan komunikasi tunjukan ekspresi bahwa Anda tertarik dengan bahan pembicaraan.
Postur Tubuh
Setiap gerak-gerik tubuh ketika berbicara perlu dikoordinasikan dengan kekuatan meyakinkan dari Anda. Gerak tubuh atau yang sering disebut gestur merupakan cara efektif yang dapat ditangkap secara visual daripada secara verbal. Sebagai contoh: menundukkan kepala menunjukkan penyelesaian pernyataan; mengangkat kepala menunjukkan akhir pertanyaan; terlalu sering menggerakan bagian tubuh mengungkapkan sedang bergegas atau kebingungan. Untuk itu perhatikan gerak-gerik Anda saat melakukan komunikasi dengan lawan bicara.
Selera Berbusana
Busana memiliki tugas penting dalam menimbulkan kesan. Orang yang berbusana sesuai dengan struktur tubuh mereka nampak lebih menarik. Penampilan fisik seseorang dan busana yang dikenakan membuat dampak pasti pada proses komunikasi. Kita semua berbusana dan mungkin banyak di antara kita tak terlalu memerhatikan, namun hal kecil ini memiliki peranan untuk sebuah komunikasi yang efektif. Jika kita memerhatikan bagaimana cara berbusana, maka hal itu akan memperbaiki komunikasi kita.
Kemampuan untuk berbicara di depan publik diawali oleh rasa percaya diri yang didukung oleh kepiawaian dalam berkomunikasi. Rasa percaya diri saja tidak cukup jika kita tidak mampu mengomunikasikan pesan dengan tepat kepada audience yang menjadi target komunikasi kita.
Kemampuan berkomunikasi sangat diperlukan dalam bidang marketing untuk memperluas jejaring bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan. Komunikasi yang efektif sesuai dengan kepribadian kita sebagai pelaku marketing. Bernas Group memfasilitasi kita untuk mengembangkan keterampilan digital marketing yang akan lebih memudahkan kita menyampaikan pesan kepada orang lain.
