Bernas.id – Universitas Mahakarya Asia atau yang lebih dikenal dengan UNMAHA adalah sebuah perguruan tinggi satu-satunya yang menerapkan prinsip technopreneur di Indonesia. Kampus yang menyertakan kewirausahaan dalam kurikulum. Memberikan wawasan dasar menjadi seorang entrepreneur, menemukan peluang usaha, dan yang terlebih lagi ada pendampingan bisnis setelah lulus kuliah.
Universitas ini merupakan penggabungan dari empat perguruan tinggi di tiga wilayah yaitu Yogyakarta (STIEBBANK Yogyakarta dan AKPAR Buana Wisata Yogyakarta), Jakarta (STMIK Mahakarya Jakarta), dan Baturaja (AKMI Baturaja). Sehingga begitu diresmikan sebagai Universitas Mahakarya Asia perguruan tinggi ini telah mempunyai cabang di tiga wilayah tersebut.
Satu hal lagi yang membedakan dengan perguruan tinggi lainnya adalah adanya beasiswa 8 semester yang diberikan kepada mahasiswa. Ini artinya kuliah gratis sampai lulus. Salah satu mahasiswa yang telah merasakan manfaat beasiswa ini adalah Widya Resti Anike Putri, seorang alumnus pondok pesantren dari daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Resti yang saat ini kuliah di jurusan Manajemen benar-benar merasakan manfaat adanya beasiswa dari UNMAHA seperti yang diutarakannya, “Terima kasih UNMAHA, karenamu saya bisa berdiri dan menghargai setiap rupiah dari keringat saya. Bisa belajar dari nol bagaimana berwirausaha, belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin, mengatur modal usaha, memanej waktu dan pengeluaran.”
Mulanya Resti hanya akan mendapat beasiswa di semester 4 ketika awal mendaftar, tapi kemudian masuk semester dua ada informasi seleksi penerimaan beasiswa 8 semester. Resti pun semangat mengumpulkan berbagai berkas persyaratan. Nilai IPK minimal 3 telah dikantonngi, pun syarat lainnya seperti aktif di organisasi kampus hingga akhirnya dia dinyatakan lolos dan berhak memperoleh beasiswa 8 semester ini.
Resti pun telah merasakan manfaat kuliah di UNMAHA meski baru semester dua pada usaha yang kini dijalani. Bimbingan serta arahan sangat menunjang usaha dodol rumput laut yang tengah dirintis. Perlahan tapi pasti pundi-pundi rupiah berhasil dikumpulkannya.
“Saya berharap untuk ke depannya program beasiswa ini akan terus berjalan karena memberikan kemudahan semua orang untuk mengenal huruf, sama halnya dengan menyumbangkan ilmu untuk mencerdaskan bangsa. Hentakkan kaki, terus melangkah untuk Indonesia gemilang, Wish you all the best My Great UNMAHA.” (Widya Resti Anike Putri, penerima beasiswa 8 semester di UNMAHA, lulusan Pondok Pesantren, pengusaha dodol rumput laut).
