JAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun tangan membantu penangguhan penahanan puluhan mahasiswa Trisakti yang ditangkap saat demo memperingati Tragedi 1998 di depan Balai Kota, Rabu (21/5/2025).
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan Pramono telah berkomunikasi langsung dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto. Ia memastikan, Pemprov DKI siap membantu sesuai kewenangan yang dimiliki.
Baca Juga : Forum Perempuan Desak Pramono Pecat ASN Berpoligami
“Tadi Pak Gubernur juga menyampaikan, semalam beliau ditelepon Kapolda. Telepon Kapolda itu atas permintaan Mas Usman. Kalau memang ada proses hukum, bisa ditangguhkan,” kata Chico di Balai Kota, Kamis (22/5/2025).
Namun Chico menegaskan bahwa keputusan penahanan ada di tangan kepolisian. “Itu ranahnya kepolisian. Pemprov dan Pak Gubernur hanya bisa membantu sebisanya agar adik-adik ini bisa segera pulang,” ujarnya.
Menurut data sementara, sekitar 80-90 mahasiswa ditangkap dalam aksi tersebut.
Baca Juga : Gubernur Pramono Anung Lantik 59 Pejabat Eselon II, Imbau Wajib Naik Transportasi Umum
Dorongan penangguhan penahanan juga disuarakan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia telah bertemu langsung dengan Gubernur Pramono untuk menyampaikan harapan agar para mahasiswa dibebaskan, terutama mereka yang hanya menyampaikan aspirasi.
“Kalau ada yang terbukti melakukan kekerasan, kami hormati proses hukum. Tapi yang hanya menyampaikan aspirasi, sebaiknya dibebaskan,” kata Usman.
Usman juga menyebutkan telah menemui para mahasiswa di Polda Metro Jaya. Menurutnya, ada sekitar 88 mahasiswa yang ditahan. Polisi, kata dia, berjanji akan membebaskan mereka yang tidak terlibat kekerasan. (DID)
