JAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melantik 59 pejabat eselon II di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (7/5/2025). Uniknya, seluruh pejabat yang dilantik, termasuk wali kota dan wakil wali kota, diwajibkan datang dengan transportasi umum.
Pemilihan hari Rabu sebagai waktu pelantikan bukan tanpa alasan. Hari tersebut bertepatan dengan kebijakan ASN menggunakan kendaraan umum saat berangkat dan pulang kerja.
“Filosofinya agar para pejabat ini lebih sering turun ke lapangan dan dekat dengan masyarakat,” kata Pramono dalam sambutannya.
Baca Juga : Fraksi Demokrat DKI: Perombakan Jabatan Harus Berdampak Positif pada Pelayanan Publik
Gubernur menekankan pentingnya pendekatan langsung karena Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. “Pejabat harus dikenal dan mudah diakses warga. Aspirasi dan keluhan masyarakat harus jadi dasar pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para pejabat yang datang dengan PDUB dan pakaian adat Betawi menggunakan transportasi umum. Menurutnya, mereka harus menjadi contoh dalam kampanye budaya naik angkutan publik.
“Langkah kecil ini bisa berdampak besar kalau dilakukan bersama dan konsisten,” tegasnya.
Gubernur Pramono juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang menuntut integritas, kompetensi, dan inovasi. Ia meminta semua pejabat bekerja dalam satu tim yang solid untuk menjalankan program-program prioritas, seperti KJP Plus, KLJ, KPDJ, dan pemutihan ijazah.
Baca Juga : Legislator Dukung Langkah Pramono Anung Bersih-bersih Pejabat Pemprov DKI
Kepada wali kota dan bupati yang baru, Pramono memberi pesan khusus: bekerja keras menata kota agar lebih rapi, bersih, dan tertib.
“Kalian dipilih dengan hati dan kesungguhan. Tunjukkan hasil terbaik. Jangan ragu ambil keputusan, harus berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan ini dilakukan setelah proses job fit dan evaluasi kinerja sebagai bagian dari manajemen talenta Pemprov DKI. (DID)
