YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Langkah Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menginisiasi acara yang bertajuk Jogja Signature mendapat apresiasi dari Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman.
Maman Abdurrahman yang juga menjabat Ketua Umum IKA Trisakti mengatakan, Jogja Signature merupakan upaya kolaboratif untuk meningkatkan perekonomian Yogyakarta dari sektor pemberdayaan UMKM dan pariwisata.
“Kami berkomitmen mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, terutama di sektor UMKM dan pariwisata daerah,” ujarnya disela launching Jogja Signature di The Phoenix Hotel Yogyakarta, Sabtu (24/5/2025).
“Semangat alumni Trisakti adalah memajukan budaya dan ekonomi lokal. Kami hadir tidak hanya membawa ide, tapi juga aksi nyata untuk membantu UMKM tumbuh dan naik kelas,” imbuhnya.
Baca Juga : Wamen Imigrasi dan Kemasyarakatan Apresiasi IKA Trisakti DIY-Jateng
Menurutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) patut menjadi contoh bagi provinsi lain, dalam kolaborasi yang dilakukan oleh para alumni Trisakti untuk meningkatkan perekonomian daerahnya masing-masing.
“Kami berharap semoga nanti kedepannya akan hadir Signature-signature dari daerah lainnya,” tutur Maman.
Ia juga menegaskan, para alumni Trisakti selalu mendukung dalam setiap kegiatan yang sifatnya meningkatkan perekonomian di daerah.
“Seperti sekarang ini, para alumni Trisakti berkolaborasi bersama dalam meningkatkan ekonomi bagi pegiat UMKM yang ada di Yogyakarta, dan kami sangat mendukung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IKA Trisakti DIY-Jateng, Arisdyan menyampaikan, kegiatan Jogja Signature ini merupakan momentum strategis bagi alumni Trisakti untuk memajukan sektor pariwisata dan mendorong pemberdayaan UMKM secara nyata.
Baca Juga : Antusias UMKM Indonesia di Jepang Tinggi, Momen Kebangkitan
“Acara ini diharapkan dapat memberi dampak positif, tidak hanya bagi pariwisata dan UMKM yang dijalankan oleh para alumni, tetapi juga bagi masyarakat luas,” terang Aris.
Ia menjelaskan, Jogja Signature berawal dari sebuah gagasan melalui riset, dan membangun jaringan melalui pelatihan serta diskusi. “Sehingga dapat terjadi kolaborasi dan sinergi berupa produk pariwisata dan penguatan UMKM,” pungkasnya. (cdr)
