SLEMAN, BERNAS.ID- Klinik Utama Adera terus mengoptimalkan layanan kesehatannya kepada masyarakat dengan dibukanya Adera Hemodialysis Center di Jalan Magelang KM 11, Rabu (2/7). Selain merespon fenomena tingginya permintaan cuci darah di Indonesia, layanan ini diharapkan akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dokter Heru Prasanto selaku Penanggungjawab Klinik Utama Adera mengatakan saat ini di Indonesia tercatat 127 ribu pasien aktif hemodialisis. Ribuan pasien ini dalam seminggu melakukan 2 kali cuci darah secara rutin. “Saat ini terdapat 1225 pusat layanan cuci darah di Indonesia dan jumlah itu masih kurang. Jauh lebih banyak yang butuh sehingga rebutan kursi,” tuturnya.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Untuk itu, kehadiran Adera Hemodialysis Center di Sleman ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkannya. Menurutnya, tindakan cuci darah mutlak dilakukan bagi pasien holemodialisis karena akan berbahaya bagi tubuh jika tidak dilakukan secara rutin. “Saat ini klinik operasionalnya hanya siang hari, tetapi kalau ada kondisi mendesak bisa malam hari. Sedang diupayakan dapat ijin operasional,” katanya.
Dalam prosesnya, pendirian pusat hemodialisis tidak mudah karena membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melayani sampai saat ini. “Usaha luar yang biasa karena layanan ini harus memenuhi standar pasien rawat jalan dengan tindakan medisnya. Yang kita kerjakan Insyallah akan memberikan layanan optimal. Belum buka tapi sudah banyak yang daftar,” katanya.
Direktur Klinik Pratama Adera, dr Raudi Akmal mengatakan pusat hemodialisis menjadi gebrakan utama untuk turut berpartisipasi mengembangkan layanan cuci darah. Ditambah kebutuhan cuci darah cukup tinggi di DIY dan Jawa Tengah.
“Ini siap untuk 8 bed. Ketika BPJS mengijinkan, kita akan upgrade 20 bed sesuai ketentuan. Kita akan kembangkan 40 bed. Lebih dari 40 bed status akan berubah jadi RS,” katanya.
Raudy mengatakan layanan cuci darah bisa seminggu 2 kali. “Hari ini cuci darah bisa ekstra seminggu 3 kali. 2 dibayar BPJS, 1 dibayar mandiri,” tukasnya. (jat)
