JAKARTA,BERNAS.ID – Delapan mahasiswa Program Magister (S2) Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta tampil membanggakan sebagai oral presenter dalam 6th International Pharmaceutical Research Conference (6th IPRC) yang berlangsung pada 20–21 September 2025 di University of Cyberjaya, Malaysia.
Konferensi bergengsi ini mengusung tema “Innovating for a Sustainable Future: New Paradigms in Pharmaceutical Sciences” dan dihadiri oleh ratusan peneliti, akademisi, serta perwakilan apoteker dari seluruh dunia.
Para mahasiswa UTA’45 Jakarta berkesempatan untuk mempresentasikan hasil risetnya secara langsung di hadapan komunitas internasional, membuka ruang diskusi global mengenai pengembangan ilmu farmasi yang berkelanjutan.
Rektor UTA’45 Jakarta, Prof. Dr. Diana Laila Ramatillah, M.Pharm., Ph.D., juga hadir sebagai pembicara dalam sesi paralel bidang Hospital and Clinical Pharmacy. Beliau menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda farmasis dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui riset inovatif.
“Partisipasi mahasiswa S2 Farmasi UTA’45 Jakarta di forum internasional ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kualitas riset mereka, tetapi juga pembuktian bahwa UTA’45 mampu melahirkan peneliti-peneliti muda yang siap berkompetisi di tingkat dunia,” ujar Prof. Diana.
Kehadiran delegasi mahasiswa UTA’45 Jakarta di Cyberjaya University menjadi tonggak penting bagi kampus dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta memperluas kolaborasi riset di bidang farmasi klinis, obat-obatan baru, dan terapi berkelanjutan. (FIE)
“Ini adalah momentum bersejarah bagi UTA’45 Jakarta. Kehadiran
delapan mahasiswa S2 Farmasi kita sebagai presenter di konferensi
internasional membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu
bersuara lantang di panggung dunia. Mereka bukan hanya membawa
riset, tapi juga membawa harapan bahwa farmasis Indonesia siap
menjadi motor perubahan global. Saya ingin menegaskan, dunia farmasi
ke depan bukan hanya soal teori, tapi soal keberanian untuk
menghadirkan inovasi nyata. Dan hari ini, mahasiswa kita menunjukkan
keberanian itu di hadapan komunitas ilmiah dunia.” Tambah Prof Diana.
Dengan prestasi ini, UTA’45 Jakarta menegaskan komitmennya untuk
terus mendorong mahasiswa agar aktif berkiprah di kancah
internasional, membawa nama bangsa sekaligus memperkaya khazanah
ilmu pengetahuan global.
